Wisdom Covid-19 Menurut Gus Mus | Viralmedia.Fun

title=Gus
KH. Ahmad Mustofa Bisri atau Gus Mus.

Jakarta, Viralmedia.Fun – Berbagai asumsi muncul tentang keberadaan pandemi virus Corona atau Covid-19 yang telah menjadi masalah global. Beberapa menganggapnya sebagai bencana, cobaan, pelajaran, dan bahkan membasuh dunia.

PBNU Mustasyar KH Ahmad Mustofa Bisri atau Gus Mus menyatakan, sebagai pelajaran, keberadaan Covid-19 telah membuat orang yang sebelumnya sibuk dengan dunia, tiba-tiba menjaga jarak darinya.

"Kami dipaksa oleh makhluk-makhluk kecil dan lembut ini untuk menjauhkan diri dari dunia, untuk kembali ke rumah dengan keluarga, dan kembali ke diri kita sendiri," kata Gus Mus pada program Munajat dari Pelayan di Saluran GusMus, seperti dilansir oleh pejabat tersebut. Situs web NU, Rabu (22/4/2020).

Menurut Gus Mus, kehadiran Covid-19 seharusnya cukup untuk menghancurkan kesombongan dan kesombongan siapa pun dalam hal kekayaan, kecerdasan, atau kekuasaan.

"Orang-orang yang mengandalkan pengetahuan mereka sekarang bingung. Kita diajari lagi untuk memandang diri kita sebagai manusia, hanya manusia. Kita dipaksa untuk mengingat bahwa kita semua adalah anak-anak cucu Adam," katanya sambil mengutip cuplikan. khotbah Nabi Muhammad selama haji wada, "yang merupakan" kullukum min adam wa adam min thurab. "

Kata-kata Nabi Muhammad dikutip oleh Gus Mus karena dalam pandangannya, sejauh ini ada orang yang tidak ingin menjalin hubungan persaudaraan dan merasa mereka tidak berasal dari keturunan yang sama, yaitu Nabi Adam.

Kehadiran Covid-19 juga harus mengingatkan manusia yang menjalankan tugas sebagai khalifah, yaitu mengelola dan merawat bumi. Selain itu harus membangkitkan manusia sebagai hamba yang lemah di hadapan Tuhan.

"Ini harus menjadi perenungan kita ketika kita sendirian, menjaga jarak dari dunia, diri kita dengan diri kita sendiri, dengan Tuhan subhanahu wa ta & # 39; ala sehingga nanti kita bisa kembali menjadi da & # 39; jika pelayan di hadapan Allah subhanahu wa ta & # 39; ala, kami kemudian bertobat, "kata pengasuh pondok pesantren Raudlatut Thalibin Leteh, Rembang.

Menurutnya, bahkan jika orang telah berbuat salah terhadap diri mereka sendiri, tetapi kemudian mengakui kesalahan dan pertobatan mereka, maka Tuhan akan menerima pertobatan. Itulah yang dinyatakan oleh Allah dalam Surat Al-Maidah ayat 39.

"Mari kita bertobat kepada Tuhan. Jika kita mengakui bahwa kita telah berbuat salah pada diri kita sendiri kemarin, melakukan kesalahan, mari kita bertobat. Tuhan sangat baik dengan kita. Tuhan memperingatkan, Tuhan memberi pelajaran, tetapi juga menerima bahwa kita bertobat," katanya .

Dia melanjutkan, setelah bertobat dan menyadari semua kesombongan baik karena gaya, pengetahuan, dan pangkat, kemudian berkomitmen kepada Allah bahwa ia akan kembali menjadi khalifah yang menjaga bumi.

Menurutnya, hasil pertobatan dapat diketahui dari kerinduan yang muncul, yaitu apakah kerinduan akan tempat ibadah, berteman dengan kerabat, atau bahkan kerinduan untuk kembali ke tempat hiburan.

__Terbit pada
22 April 2020

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *