Video Warga Menolak Bantu Menjadi Viral, Ini Respon Gubernur Ridwan Kamil

Video warga yang menolak bantuan menjadi viral. Dalam video berdurasi 70 detik ini, mereka menolak kedatangan petugas PT Pos yang membawa bantuan dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat.


| BANDUNG- Video viral tersebut mendapat tanggapan dari Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil yang sangat menyesal. Menurutnya, setiap warga negara yang telah tercatat pasti akan mendapatkan bantuan. Hanya saja bentuk bantuan yang diberikan tidak akan sama karena banyaknya pintu bantuan yang diberikan oleh pemerintah.

"Saya melihat ada video penolakan. Sekarang yang datang ke bantuan provinsi, mungkin pintu untuk membantu nomor tujuh, sedangkan ibu yang berteriak yang tidak bisa mendapatkannya mendapat bantuan di pintu nomor empat atau nomor lima, kira-kira begitu, "kata Emil – sapaan Ridwan Kamil, Rabu (22/4/2020).

Dia menjelaskan, bantuan jenis ini bagi warga yang terkena Covid-19 bukan hanya dari satu pihak. Selain itu, waktu distribusi masing-masing bantuan berbeda sehingga tidak akan secara bersamaan diterima pada satu waktu.

"Untuk satu desa, bisa ada empat hingga lima kelompok yang berbeda, satu dari Kementerian Sosial, ada dari menteri desa, ada dari presiden, ada dari provinsi dan lainnya," jelasnya.

Karena itu, Emil meminta warga untuk lebih bersabar. Jika sudah dicatat oleh pemerintah, warga pasti akan mendapat bantuan, hanya jenis dan waktu penerimaan bantuan tidak akan sama.

"Jika ada seseorang yang bersyukur untuk pertama, jika ada seseorang yang belum bisa, mungkin bantuan belum dikirim," katanya.

Mengutip dari PRFM, sebuah video yang mencatat penolakan kedatangan petugas POS yang membawa bantuan dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat viral di media sosial. Setelah dikonfirmasi, ternyata penolakan itu terjadi di RW 8, Kelurahan Kopo, Kecamatan Bojongloa Kaler, Kota Bandung, Selasa (21/4/2020).

Dalam rekaman video, ada penjelasan dari seorang lelaki yang dicurigai sebagai ketua RW. Dia menjelaskan alasan penolakan bantuan kepada warga.

"Punten pisan yeuh. Ti Giro, lelah, lelah. Di rumahku, pelayan mendapatkan beban. Alih-alih targetku, komunitas pelayan janten memperbaiki kayh sadayana amukan adalah miliknya. Mangga kita adalah Tuan Ridwan Kamil, uihken deui weh. Mangga , mangga, sombong. Selamat tinggal (sangat menyesal, ya. Dari Giro Post, lelah, sudah (mengantar). Tapi apa yang saya lakukan, saya juga menjadi beban. Daripada menjadi sasaran masyarakat, saya lebih baik tidak mendapatkan semuanya ( tolong). Silakan pergi ke Tuan Ridwan Kamil, baru saja kembali. Tolong, tolong. Selamat tinggal). "

Ketika lelaki itu memberikan penjelasan kepada petugas pos, penduduk setempat, yang sebagian besar adalah ibu-ibu, terus berteriak "menolak".

Bupati Bojongloa Kota Bandung Ayi Sutarsa ‚Äč‚Äčmengatakan bahwa pada saat itu petugas pos awalnya meminta dua alamat penerima bantuan dari pemerintah provinsi kepada para ibu di lokasi.

Baca Juga: Larangan Pulang Pulang, Dinas Perhubungan Jawa Barat Menyebut Tidak Akan Menutup Jalan Tol

"Ternyata perempuan-perempuan ini bahkan telah memprotes mengapa hanya ada dua, sedangkan mereka yang membutuhkan banyak," kata Ayi saat mengudara di Radio 107.5 News Channel PRFM, Kamis (23/4/2020).

Ayi mengatakan, karena protes dari para ibu, akhirnya semakin banyak orang berkumpul. Akhirnya RW setempat datang untuk menengahi.

__Terbit pada
23 April 2020

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *