Unit Narkoba Kepolisian Daerah Pohuwato Menyerang Lagi Satu Pengguna Sabu

POHUWATO, Viralmedia.Fun – Tidak seminggu yang lalu, Sat Res Narkotika Pohuwato kembali untuk mengamankan AAD (48) warga Kecamatan Marisa yang diduga membawa narkotika metamfetamin, saat melintasi desa teratai Distrik Marisa, Senin 20/04/2020.

Dari informasi yang dikumpulkan oleh media ini, diketahui bahwa AAD telah dua kali ditahan untuk kasus serupa (Narkotika).

Penangkapan AAD (48), dimulai ketika Satres Narkotika Polisi Pohuwato menerima kehadiran salah satu warga yang diduga menggunakan Narkotika di suatu tempat. Setelah melakukan pemantauan, sekitar pukul 17.20 Waktu Indonesia Barat, seseorang dengan karakteristik yang sama yang diinformasikan melewati jalan Desa Teratai, Kabupaten Marisa.

Tidak menunggu terlalu lama, Tim Opsnal yang dipimpin oleh Narkotika Narkotika, AKP Leonardo Widharta, S., I., K., segera mencegat para pelaku dan melakukan pencarian. Dari tangan para pelaku, ditemukan sebuah bong dan gelas pyrex yang siap digunakan, di dalam gelas itu ada jenis narkotika metamfetamin.

Tak lama kemudian, petugas langsung pergi ke rumah pelaku untuk mencari bukti lain. Setelah menggeledah rumah pelaku di desa Marisa Utara, ia menemukan beberapa gelas pyrex dan klip plastik dari sisa jenis narkotika kristal met.

Kepada media ini, AAD (48) mengklaim bahwa obat itu diperoleh dengan memesannya ke salah satu temanya di Jakarta, seharga 600.000. Dan dia menerimanya dua minggu lalu melalui jasa pengiriman.

Dia juga mengungkapkan, setelah tiga tahun berhenti menggunakan narkoba, dia kembali ke dunia hitam karena stres.

"Saya berhenti untuk waktu yang lama, Pak, tiga tahun yang lalu. Tetapi saya hanya menggunakannya selama dua minggu. Pesan melalui teman-teman di Jakarta," kata AAD, ketika ditemui oleh kru media di sel Pohuwato, Selasa, 21 / 04/2020.

Sementara itu, Kapolres Pohuwato AKBP Teddy Rayendra, S., I., K., M., I., K., Melalui Unit Narkotika AKP Narkotika Leonardo Widharta, S., I., K., mengatakan bahwa pihaknya akan masih melakukan judul kasus, untuk menentukan artikel apa yang akan diterapkan pada tersangka. Sedangkan untuk barang bukti yang disita dari tangan pelaku, masih akan menunggu hasil uji lab.

"Untuk buktinya, kami mengirimkannya ke Labfor Makassar untuk pengujian laboratorium. Asal barang, dari pengakuan pelaku diperoleh dari Jakarta dikirim melalui JNT. Karena kami baru saja menangkap ini," jelas Leonardo.

"Jadi kami akan mengumumkan penerapan artikel setelah kasus ini diadakan. Kami akan terus mengembangkan kasus ini, untuk mencari tahu siapa pemasok barang tersebut," kata pria yang kerap dipanggil Leo itu.(Hitler).

__Terbit pada
21 April 2020

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *