Ulama Inggris: Petugas Medis Diizinkan Tidak Berpuasa Ramadhan, Jika … | Viralmedia.Fun

title=Ilustrasi
Ilustrasi: Staf medis merawat pasien virus korona.

London, Viralmedia.Fun – Bulan suci Ramadan akan tiba dalam beberapa hari. Namun, bulan puasa tahun ini berbeda dari tahun lalu karena wabah virus korona yang melanda hampir semua bagian dunia.

Sementara dokter, perawat dan pekerja kesehatan Muslim berada di garis depan dalam memerangi COVID-19. Oleh karena itu, fatwa oleh beberapa sarjana Muslim terkemuka telah dirilis.

Mereka mengatakan bahwa dokter dan mereka yang bekerja di sektor kesehatan dapat dibebaskan dari puasa jika puasa berpotensi membahayakan perawatan pasien coronavirus.

Fatwa tersebut ditandatangani oleh para sarjana dan sarjana Muslim Deobandi di Blackburn, Batley, Bury, Bradford, Leeds, London, Birmingham, Sheffield, dan Leicester.

"Jika mungkin bagi Anda untuk berpuasa tanpa mempertaruhkan nyawa pasien, misalnya, jika cuti tahunan dapat diambil dan rumah sakit memiliki staf yang memadai, maka ini (fatwa) harus dipertimbangkan," kata fatwa seperti dikutip oleh 5PillarUK, Kamis (16/4/2020).

Opsi lain yang perlu dipertimbangkan adalah shift yang lebih kecil atau shift malam jika memungkinkan.

Untuk Inggris, yang terakhir mungkin tidak membahas masalah ini karena malamnya singkat. Namun, semua opsi alternatif harus dipertimbangkan.

"Namun, jika tidak mungkin bagi Anda untuk berpuasa karena ada kemungkinan besar dehidrasi dan rasa haus yang parah bersama dengan risiko membuat kesalahan klinis yang berpotensi mempengaruhi kehidupan, puasa dapat ditunda nanti. Ini adalah penilaian yang Anda perlu membuat pada tingkat pribadi berdasarkan kesehatan Anda sendiri sambil tetap mengingat tugas Anda untuk merawat pasien, "tambah fatwa.

__Terbit pada
16 April 2020

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *