Tragis! Terlepas dari rombongan, Gajah Sumatera Tewas, Batang Potong | Viralmedia.Fun

title=1587024124953/

Pekanbaru, Viralmedia.Fun – Kehidupan gajah sumatera semakin punah karena hidupnya selalu terancam perburuan manusia yang ganas. Sudah puluhan gajah telah dibunuh oleh manusia. Kali ini peristiwa itu terjadi lagi. Seekor gajah yang kalah dari kelompok dibunuh dan belalainya dipotong.

"Gajah yang mati adalah gajah tunggal yang telah dipisahkan dari rombongannya di daerah kantong Gajah Tesso Tenggara, yang beberapa kali memasuki wilayah pemukiman dan perkebunan masyarakat yang merupakan bagian dari daerah jelajah atau jajaran rumah gajah," kata Kepala dari Pusat Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau, Suharyono di Pekanbaru, Kamis (16/4/2020).

Dia menjelaskan bahwa pada 15 April 2020 sekitar pukul 14.12 WIB dia menerima laporan bahwa seekor gajah Sumatra (Elephas maximus sumatranus) telah meninggal akibat Babhinkamtibmas dari Polisi Kelayang.

"Berdasarkan hasil dokumentasi yang disampaikan oleh reporter ke BBKSDA Riau, dapat dilihat bahwa bagian depan kepala gajah terbuka dengan potongan yang tajam, sedangkan gadingnya masih utuh." Belalai Gajah telah terputus dan bagian belalai lainnya masih ada di sekitar jenazah, "katanya.

Menindaklanjuti laporan itu, ia mengatakan Tim Pendahulu telah tiba di tempat kejadian, sekitar 16,50 WIB hari itu bersama dengan Kepala Polisi Kelayang, Kabupaten Indragiri Hulu. Mereka melakukan pengamanan dari TKP dan memasang garis polisi.

Lokasi TKP di titik koordinat -0 ° 37.338 ′ LU 102 ° 7.704 ′ Timur dan terletak sekitar empat kilometer utara Kantor Kecamatan Kelayang, Indragiri Hulu.

Sementara Tim Medis dan Tim Pengumpulan Bahan dari BBKSDA Riau bersama dengan Tim Investigasi Kriminal Direktorat Jenderal Polisi Riau berangkat dari Pekanbaru ke TKP pukul 17.00 WIB.

Dia menjelaskan bahwa partainya telah melakukan beberapa upaya untuk memblokir komunitas sejak 2019, dan yang terakhir dilakukan pada 6 April 2020. Namun, upaya pemblokiran terhambat karena masih ada beberapa desa yang akan dilintasi ketika proses pengapian dilakukan. kurang kooperatif.

Untuk mengantisipasi tindakan masyarakat, pada kesempatan yang sama BBKSDA Riau bersama dengan kepolisian setempat juga melakukan sosialisasi kepada masyarakat agar tidak melakukan kegiatan yang dapat membahayakan masyarakat dan satwa liar gajah itu sendiri.

"Pusat KSDA Riau sangat mengutuk pembunuhan satwa liar gajah Sumatera dan bersama-sama dengan penegak hukum akan melakukan penyelidikan atas insiden ini," kata Suharyono. (Albar)

__Terbit pada
16 April 2020

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *