Tim Polisi Daerah Kotamobagu Menemukan Alat Berat di Kotak Potolo

Bolmong, Viralmedia.Fun.Com – Kepolisian Daerah Sulawesi Utara diminta untuk memproses pengusaha tidak bermoral yang diduga memiliki alat berat Excavator di lokasi tambang Potolo.

Diduga bahwa alat berat yang telah beroperasi di lokasi penambangan emas Potolo untuk beberapa waktu dan telah disita oleh Kepolisian Daerah Sulawesi Utara dan Forkopimda adalah milik pengusaha yang tidak bermoral yang memiliki hubungan khusus dengan petugas Kepolisian Daerah Sulawesi Utara.

Sebagai hasil dari penyelidikan media ini, kegiatan penambangan emas menggunakan alat berat di Potolo Gold Mining Location (PETI), Desa Tanoyan Selatan, Kabupaten Lolayan, Bolaang Mongondow, terus beroperasi.

Bahkan, beberapa waktu lalu, Kepala Kepolisian Daerah Sulawesi Utara Inspektur Jenderal Polisi Royke Lumowa, Selasa (17/3/2020) telah melakukan perintah.

Kepala Bagian Humas Kepolisian Daerah Kotamobagu, Iptu Rusman M Saleh menjelaskan, Selasa, 14 April 2020, tim investigasi telah menemukan alat berat di perkebunan Potolo dengan informasi dari masyarakat.

Dia juga menambahkan, tim penyelidik dan penyelidik tambahan, menemukan alat itu pada saat secara aktif mengimplementasikan pamflet di lokasi Tambang milik para pengusaha yang tidak bermoral.

Kewaspadaan polisi
Foto: Peringatan Polisi Daerah Kotamobagu tentang Tambang Potolo

Menanggapi laporan publik tentang kegiatan alat berat, Resor Polisi Kotamobagu segera memeriksa tempat yang dimaksud. Di sana, Tim Kepolisian Daerah Kotamobagu menemukan bahwa ada satu unit alat berat dari Excavator yang melakukan kegiatan penambangan.

"Tim Kepolisian Daerah Kotamobagu memasang Jalur Polisi dan melakukan penyelidikan untuk mengetahui siapa yang memiliki peralatan. Sementara kali ini, alat tersebut telah disita. Setelah hasil penyelidikan selesai. Judul akan dibuat untuk dinaikkan ke tingkat investigasi, "jelas Rusman.

Kepala Kepolisian Daerah Sulawesi Utara beberapa waktu lalu menegaskan, menyiapkan dua cara dalam menangani masalah PETI di Bolaang Mongondow, khususnya khusus di Potolo, Desa Tanoyan Selatan.

"Kami telah menyiapkan dua cara untuk menegakkan penambangan ilegal. Bagi mereka yang menggunakan alat berat, harga tetap ditangani dengan tegas, investor besar tidak punya alasan, tidak ada perlindungan bagi mereka," kata Kepala Polisi. (*** Agus)

__Terbit pada
16 April 2020

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *