Terkait dengan Larangan Pemulangan, Ma ruf Amin: Kami Diminta Mematuhi Allah, Rasul, dan Pemerintahan | Viralmedia.Fun

title=IMG_20200429_083023/

Jakarta, Viralmedia.Fun – Untuk mencegah penyebaran korona, pemerintah telah memberlakukan larangan untuk mudik lebaran pada tahun 2020. Wakil Presiden Ma ruf Amin juga meminta semua orang di zona merah untuk mematuhi peraturan tersebut.

Menurutnya, melihat situasi saat ini saat mudik dilakukan itu sangat berbahaya karena sangat potensial dan bahkan sangat diyakini terjadi penularan. Dampaknya diyakini memberi bahaya lebih besar.

Baginya setiap tindakan yang dapat membahayakan dirinya sendiri dan orang lain harus dihindari. Dan agama mengatakan, Ma melarang tindakan yang menyebabkan kerusakan.

"Oleh karena itu, jika sesuatu itu baik, itu bermanfaat, tetapi jika itu menimbulkan bahaya itu harus dihindari, kita harus menghindarinya dan kita dilarang membuat diri kita jatuh dalam kerusakan," kata ruf melalui video yang dikirimkan oleh Wakil Presiden, Senin (27) / 4/2020).

Karena alasan ini, Ma ruf menekankan bahwa larangan pulang ke rumah harus dipatuhi bersama.

"Apalagi, jika untuk saat ini pemerintah benar-benar melarangnya, maka kewajibannya harus ditingkatkan, wajib karena kita menghindari bahaya berdasarkan kepercayaan dan harus mematuhi pemerintah, karena pemerintah juga untuk kepentingan kita semua, untuk kepentingan rakyat Melarang itu tentu masuk akal berdasarkan peristiwa yang terjadi, "jelas Ma'ruf.

Ma ruf mengatakan bahwa ajaran Islam memerintahkan ketaatan kepada Allah dan Rasul. Selain itu, agama juga menyerukan kepatuhan terhadap peraturan pemerintah.

"Kami diperintahkan untuk mematuhi Allah, kepada para Rasul, juga mematuhi Ulul Amri. Patuh kepada Allah, patuhi para rasul dan patuhi pemerintah," katanya.

"Bahkan Sheikh Nawawi mengungkapkan dalam kalimat yang sangat baik bahwa dia menyatakan, bahwa pemerintah memerlukan sesuatu yang wajib seperti kita pulang. Mudik adalah wajib bagi kita untuk menghindari karena ada bahaya. Karena itu menimbulkan bahaya bagi diri kita sendiri atau orang lain bahwa kita harus hindari. Sekarang pemerintah dituntut, kalau pemerintah membutuhkan sesuatu yang wajib, harus kuat lagi, itu menjadi sangat wajib lagi agar kita tidak pulang, "lanjutnya.

Selain itu, Ma ruf mendorong warga untuk berteman secara online. Dia juga berharap wabah Corona akan segera berakhir.

"Kita masih bisa melakukan mudik melalui media, melalui online, juga kita bisa melalui ponsel. Bahkan secara fisik, Insya Allah, hilangkan bencana ini tepat waktu, kita bisa pulang karena tidak ada bahaya. Kita bisa bertemu keluarga, insya Allah , pada saatnya, ketika bahaya sudah hilang. Semoga Tuhan dapat dengan cepat menghilangkan semua ini, insya Allah, kita bisa tetap berhubungan, bisa pulang secara fisik, "katanya. (Albar)

__Terbit pada
29 April 2020

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *