Tender ulang oleh ULP Lamteng Gaduh dan dinilai ada upaya intimidasi dari pihak lain

Bulukumba, ViralMedia.Fun.com – Mitra Lampung Tengah (Lamteng) memprotes beberapa proyek yang dilelang ulang oleh unit layanan pengadaan (ULP). Bahkan, mereka mencurigai anggota Polri dan Kejaksaan terlibat dalam proses lelang proyek.

Hal itu diungkapkan salah satu kontraktor Lamteng, Afrizal. Ia mengatakan, ada beberapa pekerjaan yang sebelumnya diumumkan sebagai pemenang.

Namun anehnya, tiba-tiba digagalkan melalui mekanisme evaluasi ulang oleh Kelompok Kerja (Pokja) ULP, tidak hanya itu, ditengarai dalam proses tender ulang, mitra yang semula memenangkan tender hampir pasti kalah, dia. katanya, saat ditemukan di halaman hotel di kawasan Bandarjaya.

Afrizal menilai tender ulang itu hanya segelintir orang rekayasa. Apalagi, ia mendapat kabar bahwa aparat penegak hukum dari kepolisian dan kejaksaan terlibat dalam proyek tersebut.

“Jelas ada permainan untuk menggagalkan pemenang tender, mengulang proses lelang sesuai mekanisme dan merebut hati aparat penegak hukum,” lanjutnya.

Afrizal melanjutkan, pihaknya mendapat kabar bahwa ada oknum polisi dan jaksa yang telah mengirimkan delegasi untuk bertemu dengan Kepala Divisi (Kabaq) dan Pokja ULP untuk meminta tender ulang.

“Jika beritanya benar, hal ini menunjukkan adanya upaya untuk mendorong dan mengintimidasi pihak lain untuk tujuan tertentu, untuk menggagalkan proses yang sudah berjalan sesuai mekanisme guna merebut hati yang bersangkutan,” kata Afrizal.

Ia pun mempertanyakan kinerja Pokja ULP. Menurutnya, jika langkah-langkah yang dilakukan pada lelang terakhir sudah benar, tidak perlu takut. Sebaliknya, jika tidak benar melibatkan aparat hukum, maka akan dicela dengan menyebut nama anggota polisi dan kejaksaan.

“Mungkin semua ini membuat proses lelang di lelang ribut dan terhambat,” pungkasnya.

Sementara itu, Ketua ULP Lampung Tengah Iswantoro belum bisa dihubungi untuk memastikan hal tersebut, baik ponselnya pun belum bisa dihubungi hingga berita ini diturunkan.

Informasi yang dihimpun dari berbagai sumber, beberapa pekerjaan yang ditender ulang adalah perbaikan jalan raya Gaya Baru V-Rajawali (plafon Rp 1,7 miliar), perbaikan ruas jalan Teluk Dalam Ilir-Suko Binangun (Rp 1,4) , dan beberapa proyek lainnya. . (Edy doy)

__Terbit pada
12 Agustus 2020

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *