Selamat Tinggal Guru Filsafat Saya, Prof. Dr. Nihaya M, M. Hum.

NATIONAL, SUARALIDIK.COM – Innalillahi wa inna ilaihi rajiun. Kemarin sore, 30 April 2020 bertepatan pada 7 Ramadhan 1441 Hijriah, saya mendapat kabar sedih dari teman saya Wahyuddin Halim tentang kematian guru kami, karena sakit (bukan karena paparan virus Corona), Prof. Dr. Nihaya M, M. Hum., Guru filsafat modern saya dan teman-teman ketika saya belajar di Fakultas Usuluddin, UIN Makassar 1998-1992.

Almarhum Prof. Nihaya bagi saya adalah dosen dan pribadi yang baik. Saya dan kawan-kawan telah diajarkan mata kuliah filsafat modern untuk sejumlah semester, jika tidak salah, enam semester. Dia menguasai materi pelajaran dan tidak membunuh memberi nilai. Ketika almarhum adalah Asisten Dekan III, saya dipanggil ke kamarnya, disuruh mengisi formulir Beasiswa Supersemar. Saya mendapat empat semester. Sebelumnya, saya bersama Wahyuddin Halim dan almarhum Bahtiar Belai Gani dikirim untuk bergabung dalam simposium dan pertemuan mahasiswa filsafat pertama di Universitas Gajah Mada di Yogyakarta, Juni 1991. Saya dan teman-teman pada tahun 1988 mengalami kesulitan melupakan kebersamaan kami dengan almarhum saat melakukan study tour (perbandingan), meneliti sejarah Islam di Yogyakarta Baubau, Provinsi Sulawesi Tenggara. Kami naik kapal Pelni ke sana kemari, selama perjalanan dan di lokasi penelitian, kami sering berada dalam suasana tawa dan bersukacita dengan almarhum, menyatu dalam satu keluarga besar Usuluddin.

Pada minggu terakhir Desember 2018, almarhum Prof. Nihaya dan istrinya berada di Jakarta. Saya dijemput di rumah putranya di Priok, Jakarta Utara. Saya membawanya ke rumah Prof. Dr. Hamka Haq di daerah Lenteng Agung, Tanjung Mas Raya, Jakarta Selatan. Saya menemani mereka sepanjang hari dan kembali ke Priok. Pada siang hari, kami berbagi banyak kisah indah. Ternyata itu adalah pertemuan terakhir saya dengan guru saya. Kami siswa bergabung dalam doa, semoga perjalanan guru kami ke alam barunya (kubur) akan mudah, luas dan cerah di sana. Almahum memiliki banyak siswa dan kader. Selamat tinggal Guru Filsafat Saya (kami). Tanah Abang, 1 Mei 2020. M. Saleh Mude

__Terbit pada
1 Mei 2020

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *