Selain Islam, 5 Agama Ini Juga Melakukan Puasa | Viralmedia.Fun

title=images

Jakarta, Viralmedia.Fun – Islam menjadi agama surgawi terakhir yang diminta umat untuk berpuasa, terutama setelah wahyu Surat Al-Baqarah ayat 183. Puasa Ramadhan menjadi ibadah tahunan yang harus dilakukan untuk umat Islam.

Selain itu, umat Islam juga mengakui puasa Sunnah (puasa Senin dan Kamis), dan puasa Sunnah lainnya. Berpuasa dimaksudkan sebagai bentuk ketaatan kepada Allah dan pada saat yang sama untuk berlatih kesabaran dan pengendalian diri, dan meningkatkan rasa terima kasih.

Namun, perlu diketahui bahwa puasa tidak hanya dilakukan oleh umat Islam, penganut agama lain juga memiliki tradisi puasa. Berpuasa di agama lain memiliki aturan yang berbeda dari Islam, tetapi tujuannya hampir sama, yaitu untuk berlatih disiplin dan kesabaran.

Mengikuti adalah tradisi puasa di beberapa agama di dunia.

1. Katolik

Dalam agama Katolik, periode puasa sebelum Paskah berlangsung selama 40 hari, dihitung dari Rabu Abu hingga Jumat Agung. Umat ‚Äč‚ÄčKatolik mengenal istilah itu dengan cepat dan cepat. Berpuasa adalah wajib bagi mereka yang berusia 18 tahun. Saat berpuasa, mereka hanya diperbolehkan makan sekali dalam sehari.

Sementara itu, abstain adalah wajib bagi mereka yang berusia 14 tahun ke atas. Pantang dilakukan dengan menghindari diri Anda dari melakukan hal-hal yang disukainya, misalnya makan daging, garam, atau merokok.

Puasa dan pantang adalah cara untuk mendekat kepada Tuhan dan menyatukan pengorbanan umat Katolik dengan pengorbanan Yesus Kristus di kayu salib.

2. Yahudi

Puasa atau anit dalam Yudaisme dibagi menjadi dua, yaitu pada hari besar, Yom Kippur dan Tisha B & # 39; Av, juga pada hari-hari kecil, misalnya puasa Ester dan puasa Gedhalia.

Selama berpuasa, mereka tidak diperbolehkan makan dan minum, berhubungan seks, memakai sepatu kulit, dan khususnya pada hari Yom Kippur, orang Yahudi tidak boleh menyikat gigi.

Kecuali pada Yom Kipur, puasa tidak boleh dilakukan pada hari Sabat. Jadi, jika puasa selain puasa Yom Kippur jatuh pada hari Sabat, para rabi akan memutuskan hari pengganti untuk puasa.

3. Buddha

Dalam agama Buddha, puasa disebut Uposatha. Tanggal puasa tergantung pada sekolah Buddhis yang diikuti, tetapi mereka berdua mengikuti perhitungan kalender Buddha. Saat berpuasa, umat Buddha masih diperbolehkan minum tetapi tidak bisa makan.

Untuk melaksanakan delapan aturan selama Uposatha disebut uposatha-sila, yang tidak membunuh, tidak mencuri, tidak melakukan kegiatan seksual, tidak berbohong, tidak makan siang hari sampai pagi hari, dan tidak menonton hiburan atau memakai kosmetik, parfum, dan perhiasan .

Jenis lain dari puasa yang dipraktikkan oleh umat Buddha adalah puasa vegetarian atau tidak makan makanan yang berasal dari produk hewani dan tidak mengkonsumsi bawang. Puasa ini dilakukan pada tanggal 1 dan 15 berdasarkan kalender lunar.

4. Agama Hindu

Berpuasa dalam agama Hindu disebut Upawasa. Upawasa ada yang wajib ada juga yang tidak wajib.

Upawasa yang wajib misalnya adalah Upawasa Shiva Ratri, umat Hindu tidak diperbolehkan makan dan minum dari matahari terbit hingga terbenam. Kemudian puasa Nyepi, yang dilakukan dengan tidak makan dan minum dari subuh hingga subuh keesokan harinya.

Puasa lain yang dianggap wajib adalah puasa untuk menembus dosa yang dilakukan selama tiga hari, puasa tilem, dan bulan purnama.

5. Konfusius

Berpuasa dalam Konfusianisme juga merupakan cara untuk menyucikan diri sendiri dan melatih diri sendiri, baik untuk melindungi perilaku, ucapan, dan untuk dipenuhi dengan cinta. Puasa Konfusianisme ada dua jenis: puasa spiritual dan fisik.

Puasa spiritual dilakukan dengan melindungi diri Anda dari hal-hal yang dianggap tidak bermoral. Sementara puasa fisik dilakukan di Tahun Baru Cina.

Puasa dilakukan dengan tidak makan daging secara bertahap, hanya ada sehari, dua hari, dan seterusnya sampai pantang permanen.

Pada tanggal 8 bulan pertama Tahun Baru Imlek, puasa penuh dilaksanakan mulai pukul 05.30 hingga 22.00. Berpuasa dimulai dengan mandi dengan shower dan berakhir setelah doa. (Albar)

__Terbit pada
30 April 2020

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *