Sekarang giliran Rumah Sakit Persahabatan Staf Medis & RSPAD Dapat Akomodasi dari Kemenparekraf – Portal Berita Pariwisata Bisnis

title=IMG-20200415-WA0024/

JAKARTA, Viralmedia.Fun: Sekarang pemikiran personel medis Rumah Sakit Persahabatan dan RSPAD sebagai garis depan wabah global Pandemi Virus Corona yang mendapat perhatian Kemenparekraf dengan layanan akomodasi sementara di hotel.

Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) sedang mempersiapkan akomodasi tambahan untuk 313 tenaga kesehatan yang bertugas di Pers Friendship Hospital dan RSPAD melalui kerja sama dengan industri pariwisata dalam menyediakan akomodasi dan transportasi dalam menghadapi COVID-19.

Deputi Pemasaran untuk Kemenparekraf Nia Niscaya mengatakan dalam siaran pers bahwa akomodasi tambahan itu dibagi menjadi dua, 239 tenaga kesehatan dari rumah sakit persahabatan dan 74 tenaga kesehatan dari Rumah Sakit Angkatan Darat.

"Tentu saja akomodasi yang disediakan untuk petugas kesehatan diupayakan dekat dengan rumah sakit tempat dia bekerja. Ada yang mendapatkan fasilitas di Mercure Cikini dan yang ada di Persahabatan Hospital di Jalan Pemuda Maxone Hotel dengan jarak sekitar 1,7 kilometer, "kata Nia Niscaya.

Nia Niscaya mengatakan, tidak hanya akomodasi, semua kebutuhan petugas kesehatan selama mereka tinggal juga disiapkan. Mulai dari laundry, makanan, juga shuttle bus setiap hari tersedia untuk petugas kesehatan.

"Kami juga bekerja sama dengan Trac Astra Rent Car untuk transportasi yang telah berkomitmen untuk memberikan layanan terbaik bagi tenaga medis. Dengan memperhatikan aspek keselamatan dan kenyamanan baik untuk petugas kesehatan, kru kendaraan, dan juga masyarakat umum untuk menerapkan Sanitasi Hygiene SOP, "katanya.

Penambahan dukungan ini adalah permintaan dari rumah sakit mengingat meningkatnya jumlah petugas kesehatan yang membantu menangani pasien COVID-19.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif / Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Wishnutama Kusubandio mengatakan, fokus utama pemerintah dalam masa tanggap darurat ini adalah menangani dan mencegah penyebaran COVID-19. Namun di sisi lain pihaknya juga berusaha menjaga keberlanjutan industri pariwisata, salah satunya adalah perhotelan dan transportasi.

"Dukungan dan kerja sama industri pariwisata adalah upaya bersama kami dalam menangani pandemi global dan membantu operasi di lapangan. Pada saat yang sama itu juga mendorong pemain di sektor bisnis layanan MICE untuk dapat membantu memutar roda bisnis dalam masa yang sulit ini, "kata Wishnutama.

__Terbit pada
14 April 2020

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *