Sedekah atas nama orang yang telah meninggal, apakah pahala mencapai orang itu? | Viralmedia.Fun

title=orang-yang-bersedekah-akan-didoakan-malaikat-KBogHOKuWe/

Jakarta, Viralmedia.Fun – Biasanya seorang anak yang benar-benar mencintai orang tuanya suka memberikan sedekah kepada ayah atau ibu mereka yang mati dengan harapan bahwa hadiah akan mengalir kepada mereka.

Lalu apakah benar bahwa sedekah diberikan atas nama orang yang telah meninggal, apakah pahala itu mencapai orang yang meninggal?

Katib Syuriah PWNU Lampung, KH. Ihya Ulumuddin mengatakan, kematian adalah tahap yang harus dilalui oleh seorang mukmin untuk bertemu dengan Allah SWT yang telah menjanjikan berbagai hadiah dan berbagai kesenangan abadi dalam kekekalan.

Ketika kematian muncul, fase kehidupan baru dimulai. Dunia alam hanyalah kenangan belaka, serangkaian peristiwa yang selama hidup terukir saat itu juga berakhir. Interaksi manusia yang telah terjadi selama ini harus dihentikan. Saat itulah Barzah atau kuburan siap untuk memainkan peran mereka.

Semua perbuatan manusia telah terputus dan jaringan dengan kehidupan alami dunia, kecuali untuk tiga hal sebagaimana dinyatakan oleh Nabi Muhammad melalui perkataannya,

عن أب أر جق جج: untuk :ن :ق :ى ىى :ى :ى :ى:::::::: :ى: ل ى ل ل ل ل ل ل ل ل ل ل ل ل ل ل ل ل.

Ini berarti: dari Abi Hurairah ra, bahwa Nabi Muhammad berkata: "Jika seorang manusia telah mati, maka perbuatannya akan dipotong kecuali untuk tiga hal; sedekah jari, anak-anakmu yang sakit dan bermanfaat yang berdoa untuknya."

Berdasarkan hadits di atas, para ulama Ahlussunnah wa aljamaah berpandangan bahwa pahala sedekah, infaq, membaca Alquran, zikir, dan amal saleh lainnya yang disampaikan oleh orang-orang yang masih hidup dan ditujukan untuk sesama Muslim yang telah meninggal, hadiah akan diberikan kepada saudara yang meninggal.

Seperti dilansir situs web NU Lampung, untuk semakin menguatkan pandangan para ulama ini, ada satu hadis yang mengatakan bahwa jasa amal baik yang diberikan kepada almarhum akan menguntungkannya (mencapainya). Hadits berikut ini diriwayatkan oleh imam Muslim di sahih berdasarkan sejarah Ibnu Abbas,

عن ابن عباس رضي الله عنهما: أن سعد بن عبادة رضي الله عنه توفيت أمه وهو غائب عنها, فقال: يا رسول الله إن أمي توفيت وأنا غائب عنها, أينفعها شيء إن تصدقت به عنها? قَالَ: «نَعَمْ» ، قَالَ: فَإِنِّي أُشْهِدُكَ أَنَّ حَائِطِيَ المِخْرَافَ صَدَقَةٌ عَلَيْهَااا

Artinya: dari Ibn Abbas ra: bahwa ibunya, Sa bin bin Ubadah ra meninggal, sementara pada saat itu, dia (Sa) tidak di sisinya. Kemudian Sa bertanya kepada Utusan Allah: Ya Utusan Allah, sesungguhnya ibuku telah meninggal sementara aku tidak menghadiri prosesi penanganan jenazah (tidak hadir di tempat itu), jika aku memberikan sedekah padanya, apakah yang berguna untuknya? Rasulullah menjawab: ya. Kemudian Sa berkata: sesungguhnya aku bersaksi kepadamu, wahai Rasulullah bahwa kebunku yang menghasilkan buah diberikan kepadanya (ibuku).

Adapun mereka yang membacanya akan mendapatkan kebaikan (ganjaran) dari apa yang mereka baca atau dari kebaikan yang mereka lakukan.

__Terbit pada
14 April 2020

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *