Satu ABK KM Bukit Raya Meninggal, 86 Awak Lain Ikuti Tes Cepat

Salah satu awak kapal (ABK) KM KM Raya dinyatakan meninggal setelah menjalani perawatan di satu rumah sakit di Tanjung Pinang setelah dinyatakan positif terinfeksi Covid-19, Selasa (21/4/2020).

Jenazah kru dimakamkan sesuai dengan protokol untuk menangani 19 jenazah bersama di kota Tanjung Pinang oleh Tim Forensik RSUD RAT Hospital.

Hal ini diungkapkan oleh Kepala Satuan Tugas Covid 19 Kepri Tjetjep Yudiana, tubuh harus segera dimakamkan sesuai dengan protokol kesehatan.

"Jenazah tidak boleh dibawa kembali ke kota asalnya karena harus segera dimakamkan," kata Tjetjep.

Sementara itu 86 kru KM Raya Raya lainnya juga menjalani tes kesehatan dan tes cepat, Senin (20/4/2020).

Baca juga ; Hasil Tes Cepat, 16 anggota awak KM Nggapulu di Tanjung Priok menunjukkan Covid-19

Berdasarkan hasil yang diterima, 84 kru dinyatakan negatif dan 2 anggota kru lainnya menunjukkan hasil tes reaktif. Dua anggota kru telah dirujuk ke Rumah Sakit Darurat Covid-19 untuk perawatan

Kepala Sekretaris Perusahaan PT PELNI (Persero), Yahya Kuncoro mengkonfirmasi berita tersebut. Satu kru dinyatakan positif setelah menjalani tes swab pada Jumat (17/4/2020).

"Berita kematiannya tentu mengejutkan bagi Manajemen PELNI. Kita dapat mengatakan bahwa dia telah menjalani perawatan sejak Sabtu dengan kondisi awal sakit tenggorokan dan peningkatan suhu tubuh. Sebelum diuji positif untuk Covid-19, dia juga memiliki penyakit bawaan lainnya, "kata Yahya dalam pernyataan tertulisnya, Selasa.

Baca juga: 92 ABK KM Lambelu Dinyatakan Positif Covid-19, Mereka Terisolasi di Perairan Selat Makassar

Yahya mengatakan bahwa satu kru sebelumnya dirujuk ke rumah sakit setelah mendapatkan hasil pemeriksaan kesehatan dan tes cepat yang dilakukan oleh KKP Tanjung Pinang. Pada awalnya satu kru diindikasikan sebagai pasien di bawah pengawasan (PDP).

"Manajemen terus memantau perkembangan kesehatannya, hingga hari ini dinyatakan meninggal," katanya.

Yahya menyebutkan bahwa kedua orang itu juga telah menjalani tes usap. Manajemen PT Pelni (Persero) akan terus memantau perkembangan kesehatan KM Bukit Raya terutama dua orang tersebut dan menunggu hasil tes swab.

Sebagai tindak lanjut dari pemeriksaan kesehatan, 2 anggota kru juga melakukan pemeriksaan usap. Yahya menambahkan bahwa Manajemen akan terus memantau perkembangan kesehatan awak KM Bukit Raya, terutama dua orang yang saat ini sedang dirujuk ke rumah sakit dan akan menunggu hasil pemeriksaan usapan kedua mereka.

Kapal KM Bukit Raya sendiri direncanakan akan melakukan karantina dan portstay di Pelabuhan Tanjung Priok. Dalam implementasinya, 84 awak kapal KM KM Raya akan menjalani isolasi mandiri dengan pengawasan ketat dan menerapkan gaya hidup bersih dan sehat. (Sumber; Suara.com)

__Terbit pada
21 April 2020

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *