Sarapan Sehat di Tengah Pandemi Covid-19 – Berita Luar Negeri

title=large-roti-gandum-360339792d8512360de43066f5bd7d28/

Bekerja di rumah, belajar di rumah, beribadah di rumah, kami telah mengalami kondisi seperti ini selama lebih dari sebulan.

Bosan? Tertentu. Tetapi kita harus tetap mencoba menikmati atmosfer ini, mengingat bahwa tujuan utamanya adalah untuk berkontribusi dalam memutus dan menghambat rantai penyebaran Covid-19. Tidak ada yang tahu kapan situasi ini akan berakhir. Selama Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) belum secara resmi menentukan keberadaan vaksin dan obat untuk pencegahan Covid-19, cara terbaik adalah dengan menghambat penyebaran virus sehingga fasilitas kesehatan tidak kelebihan beban.

Ya, oleh karena itu kita harus mulai terbiasa dengan kondisi ini dan beradaptasi. Itulah yang kami coba lakukan.

Beradaptasi dengan Survive

Tanpa disadari, ternyata kita telah melakukan sejumlah perubahan dalam kebiasaan kita sehari-hari. Yang paling terlihat adalah kebiasaan membangun gaya hidup sehat. Meski lebih banyak di rumah, bukan berarti kita bisa terbebas dari kemungkinan serangan Covid-19.

Kita perlu disiplin untuk menjaga daya tahan. Salah satu kebiasaan yang telah berubah dalam hidup kita sejak pandemi Covid-19, adalah rutinitas memilih dan menikmati makanan.

Selamat tinggal Fried

Rasanya, makan itu tidak enak jika tidak ada gorengan sebagai pendamping. Meskipun banyak literatur menjelaskan tentang tingginya kadar lemak jenuh goreng dan bahayanya bagi kesehatan tubuh, sebagian besar orang Indonesia masih menikmati makanan goreng.

Terlalu banyak makan gorengan sebenarnya tidak sehat untuk tubuh. Dapat menyebabkan sakit tenggorokan salah satunya.

Namun di tengah kondisi seperti sekarang, gejala penyakit yang mungkin mirip dengan gejala Covid-19 dapat membuat kita menjadi lebih waspada. Karena itu, kita harus bertekad untuk mulai lebih memperhatikan apa yang kita konsumsi.

Pemrosesan makanan juga dapat diubah dari proses penggorengan dengan menggunakan banyak minyak, ke proses memanggang, mengukus, atau setidaknya menumis dengan sedikit minyak.

Sarapan Rutin

Selain itu, kita juga harus berusaha mendisiplinkan diri untuk selalu sarapan dengan menu yang lebih sehat. Meskipun Anda hanya bisa makan satu atau dua kali sehari, jangan lupa waktu sarapan.

Makan siang atau makan malam yang lalu masih dimungkinkan selama Anda tidak melewatkan sarapan. Mengikuti instruksi dari beberapa literatur, cobalah untuk sarapan paling lambat satu jam setelah bangun tidur.

Sejak pandemi Covid-19, rutinitas pagi perlu ditingkatkan. Misalnya dengan meminum satu gelas atau dua gelas air hangat untuk membantu sistem pencernaan tubuh. Kemudian, lanjutkan dengan makan sepiring buah.

Mengingat bahwa vitamin C sekarang agak sulit ditemukan di pasaran, makan buah secara teratur telah menjadi rutinitas yang tidak boleh dilewatkan. Tiga puluh menit setelah makan buah, Teman GNFI dapat melanjutkan dengan menu sarapan utama. Berikut adalah tujuh menu sarapan sehat utama yang bisa menjadi rekomendasi halodokter.

Ubi ungu

Ubi
Purple Yam bisa untuk sarapan | Foto: Pixabay

Ubi jalar ungu dapat diproses dengan cara dipanggang atau dikukus, sangat sederhana dan lezat sebagai menu sarapan. Tidak hanya itu, kandungan nutrisinya juga tinggi. Menurut situs tersebut juga dokter, Ubi jalar ungu kaya akan antionksidan, kalium, dan asam klorogenat.

Nutrisi ini penting untuk membantu mengurangi peradangan kronis yang berkaitan dengan penyakit jantung dan stroke. Untuk kandungan nutrisi maksimum, Anda bisa makan ubi ungu dan kulit mereka dan memastikan mereka masih segar sebelum diproses.

Kacang almond

Kacang
Kacang almond | Foto: pixabay

Pilih almond panggang dapat digunakan sebagai tambahan havermut. Menurut situs tersebut gonutify.com, Almond mengandung fitosterol, serat makanan, alfa-tokoferol, vitamin E, vitamin B kompleks, dan juga asam lemak omega-3.

Makan segenggam almond sehari baik untuk kesehatan jantung, mencegah rasa lapar berlebihan, dan baik untuk mengendalikan kadar gula darah.

Havermut

Havermut
Oatmeal untuk sarapan | Foto: Gonutify

Oeatmeal yang terbuat dari gandum utuh jika diolah dengan benar bisa menjadi menu sarapan yang lezat dan mengisi. Gandum sebagai bahan utama oatmeal sendiri dikenal sebagai bahan makanan dengan kadar serat makanan yang tinggi, tentu saja baik untuk pencernaan tubuh.

Jadi, agar tidak bosan dengan rasa oatmeal standar, bisa bercampur dengan bahan makanan lainnya. Misalnya biji chia, almond, pisang, atau stroberi bisa menjadi pilihan untuk oatmeal. Sebagai nutrisi tambahan, tambahkan juga susu kedelai saat memasak oatmeal.

yogurt

yogurt
Yogurt | Foto: flickr

Sejak pandemi Covid-19, yogurt telah menjadi salah satu menu favorit bagi sebagian orang untuk sarapan. Untuk menu yang lebih sehat, memilih yogurt tanpa menambahkan gula di dalamnya adalah pilihan yang tepat.

Untuk mengurangi rasa asam yogurt, tambahkan tambahan buah-buahan, seperti stroberi, kiwi, atau melon. Tambahkan juga sedikit madu untuk rasa manis alami. Kandungan mineral, vitamin, protein, dan serat dalam semangkuk yogurt sudah cukup untuk membantu menjaga daya tahan di tengah pandemi Covid-19.

Beras merah

beras
Nasi Merah | Foto: flickr

Untuk menyeimbangkan variasi nutrisi, satu hari dalam seminggu, cobalah makan nasi merah sebagai menu sarapan pagi. Kandungan serat makanan yang tinggi dengan kadar gula rendah, sangat cocok untuk menjaga daya tahan tubuh. Makan nasi merah disertai dengan telur rebus atau sisi yang cerah, dan tumis sayuran hijau, sudah cukup untuk menu sarapan sehat.

salad

Salad
Salad Sayuran | Foto: kitchenofindonesia

Semangkuk salad sayuran dengan tambahan ayam panggang atau telur rebus, sangat pas dan segar untuk menu sarapan. Dalam semangkuk salad, ia bisa mendapatkan cukup vitamin, mineral, protein, dan kandungan serat makanan.

Roti gandum

Roti
Roti Gandum | Foto: Pixabay

Roti gandum lebih kaya serat dan nutrisi daripada roti putih biasa. Agar lebih lezat, roti gandum bisa dijadikan menu sandwich. Satu resep, dengan menambahkan sayuran dan irisan telur rebus di antara dua tumpukan roti.

Itulah beberapa menu sarapan sehat untuk ketahanan di tengah pandemi Covid-19. Perhatikan asupan makanan agar tubuh tetap bugar dan sehat, ya!

__Terbit pada
25 April 2020

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *