Ruangguru Menerima Proyek Kartu Pra-Kerja Rp 5,6 Triliun Terima kasih kepada Staf Belva Millennial? Rachland: Api!



Viralmedia.Fun – Pendiri Ruangguru, Belva Devara menjadi Staf Khusus Presiden Milenial Republik Indonesia.


Ruangguru diangkat sebagai pemohon Kartu Pra-Kerja, Staf Khusus Presiden Republik Indonesia (RI) Belva Devara dinilai korup.




Rachland Nashidik juga mendesak Presiden Indonesia Joko Widodo untuk segera memecat pendiri dan Direktur Pelaksana Ruangguru.


Hal ini diungkapkan oleh Pendiri Asosiasi Pendidikan Demokrat (P2D) Rachland Nashidik melalui akun Twitter-nya @RachlanNashidik; ada Selasa (14/4/2020).


Dalam statusnya, Rachland Nashidik menekankan bahwa Jokowi harus menghentikan pelatihan online dalam Program Kartu Ketenagakerjaan.


Karena, tidak hanya ekonomi bangsa saat ini sedang mengalami resesi yang disebabkan oleh virus korona, kebijakan tersebut menekankan adanya praktik kolusi.


"Pertumbuhan ekonomi dalam pandemi ini diprediksi akan minus. Kemerosotan bisnis. PHK ada di mana-mana. Tetapi negara malah menyediakan Rp 5,6 triliun untuk pelatihan online," kata Rachland Nashidik.


"Kebijakan ini tidak hanya tidak perlu tetapi juga korup jika mitra yang ditunjuk adalah perusahaan yang dimiliki oleh staf Presiden," tegasnya.


Lebih lanjut, ia menduga alasan utama bagi Pemerintah Jokowi untuk mendorong Perppu Covid-19 adalah karena hal ini.




"Perusahaan, yang dipimpin oleh staf miliarder Presiden, adalah salah satu mitra pemerintah dalam menjual pelatihan online untuk peserta kartu pra-kerja. Total anggaran dari negara: Rp. 5,6 triliun," kata Rachland Nashidik.




"Sekarang kita tahu apa arti artikel & # 39; kekebalan dalam Perppu Covid-19," katanya sarkastik.


Mengenai polemik yang terjadi dalam pelaksanaan Program Kartu Kerja yang diadakan selama pandemi virus korona, Rachland Nashidik juga menyampaikan sejumlah catatan.


Hal pertama adalah menghapus dana negara untuk pelatihan online.




Selanjutnya, menggunakan seluruh anggaran Kartu Kerja dengan jumlah Rp. 20 triliun untuk BLT publik.


Yang kedua adalah penyaluran BLT melalui bank-bank BUMN, seperti BRI.


"Jangan menggunakan layanan fintech karena kekacauan moral itu hebat," jelas Rachland Nashidik.


Hal terakhir adalah memecat Staf Khusus Presiden yang telah terbukti melakukan tindakan korupsi dalam pelaksanaan Pekerja & # 39; Program kartu.


"Presiden segera menghentikan stafnya yang terlibat," kata Rachland Nashidik.


"Tembak staf yang korup!" Dia menekankan.



Artikel ini telah dipublikasikan di Tribunjateng.com dengan judul Ruangguru Can Project, Proyek Bayaran Rp 5,6 Triliun Berkat Belva Stafenus Millennial? Rachland: Api !,

__Terbit pada
14 April 2020

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *