Ribuan Cacing Muncul di Sejumlah Wilayah, Benarkah Itu Tanda Gempa Bumi?

Ribuan cacing muncul di Pasar Gede Solo, Sabtu dua hari lalu dan di Klaten, Sabtu lalu. Apakah itu benar-benar pertanda gempa bumi? Inilah beritanya.


Viralmedia.Fun | JAWA TENGAH – Selain Solo, ribuan cacing juga muncul di Klaten. Warga kaget sekaligus gelisah, karena sejumlah besar cacing yang terus muncul, termasuk dari teras rumah.

Ukuran cacing ada banyak yang kecil banyak yang besar pulang ke rumah sesedikit orang dewasa.

Sementara itu, diperkirakan bahwa munculnya ribuan cacing adalah tanda bahwa gempa akan terjadi di wilayah tersebut. Lalu bagaimana menurut ahli gempa?

Kepala Divisi Gempa Bumi dan Mitigasi Tsunami dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Daryono mengatakan bahwa beberapa peristiwa gempa bumi besar di dunia memang dimulai dengan fenomena alami cacing tanah massal.

Di Taiwan, munculnya cacing tanah dilaporkan terjadi 10 hari sebelum gempa Chi Chi pada tahun 1999. Sebelum gempa bumi Haicheng, Cina, pada tahun 1975, dilaporkan juga bahwa cacing tanah telah muncul ke permukaan.

Beberapa sumber literatur lain juga mengungkap fenomena kemunculan cacing tanah sebelum gempa, seperti penelitian Chen dan kawan-kawan (2000), Rikitake (1979), Whitehead dan Ulusoy (2013), dan Liso dan Fidani (2014).

Daryono, seperti dilansir sejumlah media, menjelaskan, munculnya cacing tanah sebelum gempa itu terkait dengan anomali gelombang elektromagnetik. Anomali ini terjadi beberapa hari sebelum gempa muncul.

Sebuah studi yang meneliti hubungan antara aktivitas cacing tanah dan listrik, Ikeya et al. (1996) menempatkan beberapa elektroda yang dialiri listrik di permukaan bumi di mana ada banyak cacing tanah.

Sejumlah cacing rupanya menanggapi anomali listrik dengan melarikan diri dari tanah hampir secara bersamaan. "Sejumlah cacing ternyata merespons anomali listrik dengan keluar dari tanah secara bersamaan," jelasnya.

Namun, laporan tentang munculnya cacing sebelum gempa besar selalu didukung oleh data perilaku dari gejala alami yang tidak biasa lainnya, seperti penampilan ular, anjing yang terus menggonggong, dan ikan melompat di kolam.

Selain perilaku aneh hewan, para ilmuwan juga menandai anomali prekursor gempa. Prekursor gempa adalah kondisi fisik yang merupakan indikasi bahwa gempa akan terjadi.

Prekursor dapat berupa anomali permukaan, level air tanah, emisi radon, dan magnet bumi yang terjadi bersamaan. Radon adalah elemen radioaktif.

Emisi gas radon diyakini keluar ketika batuan akan melepaskan tekanannya sehingga radon menjadi parameter prekursor gempa. Namun, munculnya cacing di Solo, Jawa, dan Klaten tampaknya tidak menjadi petunjuk bahwa gempa akan terjadi.

Ini karena fenomena cacing berdiri sendiri, tidak didukung oleh tanda-tanda alami dan anomali prekursor lainnya. "Jadi munculnya cacing di wilayah ini diduga disebabkan oleh perubahan mendadak cuaca, iklim, dan kondisi lingkungan, termasuk kemungkinan terpapar bahan kimia," katanya.

"Mengingat wilayah kita memang rawan gempa, kita harus selalu waspada. Gempa kuat dapat terjadi kapan saja dan tidak dapat diprediksi," tambahnya. ***

Editor: denkur | dari berbagai sumber

__Terbit pada
20 April 2020

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *