RI Mengundang Anggota G20 untuk Mempersiapkan Standar Baru untuk Sektor Pariwisata Normal Baru

title=IMG-20200425-WA0014/

Menparekraf Whisnutama ketika menghadiri Pertemuan Virtual Menteri Pariwisata G20 Luar Biasa, Jumat malam (Foto: Kemenparekraf).

JAKARTA, Viralmedia.Fun: Pemerintah Indonesia mengundang para menteri pariwisata dari negara-negara anggota G20 untuk terus bekerja bersama dan menyiapkan standar baru dalam menanggapi dinamika perubahan global (baru normal) akibat pandemi COVID-19 di sektor pariwisata.

Dalam forum virtual bertajuk "Pertemuan Virtual Para Menteri Pariwisata G20 Luar Biasa" yang dipimpin oleh Menteri Pariwisata Kerajaan Arab Saudi Ahmed Al-Khatib sebagai Ketua Forum G20 2020, Jumat (24/4/2020) malam, RI diwakili oleh Whisnutama Kusubandio, Menparakraf.

"Sektor pariwisata saat ini menghadapi tantangan berat dari COVID-19. Pemerintah Indonesia memberikan stimulus ekonomi senilai lebih dari 24 miliar dolar AS untuk membantu komunitas pariwisata bertahan dari pandemi ini," katanya.

Di Indonesia, lebih dari 2.000 hotel ditutup, hampir semua tujuan wisata, benda dan fasilitas pariwisata dihentikan dan memengaruhi para pekerja di dalamnya. "Untuk alasan ini, Kemenparekraf Republik Indonesia telah dan akan terus memastikan berbagai rangsangan yang dibutuhkan oleh para pekerja dan industri pariwisata dapat dipenuhi selama periode tanggap darurat dan pemulihan COVID-19. Tindakan cepat dan tepat itu harus diambil selama periode ini, "kata Wishnutama.

Salah satunya melalui dukungan penyediaan fasilitas hotel dan transportasi bagi tenaga kesehatan. Di mana itu juga merupakan bentuk dukungan untuk bisnis perhotelan dan transportasi agar dapat terus mempekerjakan karyawan.

Situasi saat ini mengharuskan masyarakat untuk tetap tinggal di rumah untuk mencegah penyebaran COVID-19. Namun, harus diakui bahwa meskipun secara fisik masyarakat terjebak di rumah, pandemi ini telah menghubungkan orang secara digital lebih intensif daripada sebelumnya.

Menparekraf yakin fenomena ini akan terus berkembang menjadi "normal baru" yang berdampak positif pada sektor pariwisata. Untuk alasan ini, ia mendorong semua negara untuk terus bekerja bersama dalam mempersiapkan standar baru dalam menanggapi dinamika perubahan global akibat pandemi COVID-19 di sektor pariwisata.

"Indonesia yakin bahwa jika semua negara G20 bekerja keras dalam menangani pandemi COVID-19, sektor pariwisata akan kembali membuktikan kemampuannya untuk menjadi" tangguh "dalam menghadapi berbagai tekanan dan masalah bencana," kata Wishnutama.

"Kita harus dapat menetapkan norma-norma baru dalam menanggapi pandemi ini. Kita harus memperkuat kolaborasi untuk merumuskan dan mereformasi standar internasional, sehingga kita dapat bekerja sama dan saling membantu di semua sektor yang terkena dampak, terutama sektor pariwisata yang paling terpukul," kata Wishnutama. .

Forum G20 terdiri dari 20 ekonomi terbesar di dunia, termasuk Indonesia. Terutama dalam Pertemuan Virtual Menteri Pariwisata G20 Luar Biasa kali ini beberapa negara tamu seperti Spanyol, Singapura, Swiss, dan Yordania.

Hadir pula para Pemimpin Organisasi untuk Kerjasama dan Pengembangan Ekonomi (OECD), Organisasi Pariwisata Dunia PBB (UNWTO) dan Dewan Perjalanan & Pariwisata Dunia (WTTC), yang juga diundang untuk menyampaikan informasi dan langkah-langkah yang diambil oleh masing-masing dari mereka. dalam menghadapi pandemi COVID-19 di bidang pariwisata.

Pertemuan ini bertujuan untuk memfasilitasi kerjasama dalam melindungi bisnis pariwisata, pekerjaan, dan mendukung wisatawan melalui tantangan yang belum pernah terjadi sebelumnya.

"Dibutuhkan kerja sama yang kuat untuk mendorong dunia dalam memitigasi dan memulihkan situasi. Baik selama pandemi maupun pasca-pandemi. Indonesia siap membantu, dalam merumuskan kebijakan global dan menerapkan norma dan standar baru," kata Wishnutama.

__Terbit pada
24 April 2020

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *