Relawan Satuan Tugas Memprioritaskan Bantuan untuk Tenaga Kesehatan | Viralmedia.Fun

Tim Relawan Gugus Tugas mengoperasikan 19 sumbangan ambulans dari PT Adaro Tbk khusus untuk mengangkut Covid-19 pasien.

Jakarta, Viralmedia.Fun – Hingga Jumat (10/4/2020) pukul 18.00 data yang dimasukkan di Sitroom Tim Koordinasi Relawan adalah 18.830 orang. Terdiri dari 3.412 relawan medis, 15.814 relawan non-medis dan 2167 relawan hotline.

Pendaftaran dilakukan melalui situs web dimiliki oleh meja relawan BNPB, Departemen Kesehatan, Kementerian BUMN, dan berbagai komunitas.

Koordinator Tim Relawan Gugus Tugas, Andre Rahadian menyatakan bahwa Divisi Relawan Medis sedang mencoba untuk merekapitulasi data yang masuk dari berbagai pihak dan organisasi dan juga untuk mengumpulkan data rujukan dan rumah sakit darurat mengenai kapasitas dan kebutuhan tambahan dari sukarelawan medis yang diminta.

"Saat ini 396 relawan medis telah ditempatkan di Rumah Sakit Wisma Atlit dan sekitar 1.512 orang masih dibutuhkan. Selain itu, rumah sakit di bawah Kementerian Pertahanan juga membutuhkan 50 dokter dengan beberapa dokter spesialis dan 250 perawat, sedangkan total data dimiliki oleh kementerian tim kesehatan hanya sekitar 1.000 siap, "kata Andre.

"Saat ini Tim Relawan melihat perlunya terobosan dalam kolaborasi antara Departemen Kesehatan, Dewan Medis dan organisasi profesional untuk memungkinkan mekanisme sertifikat pendaftaran sementara untuk dokter dan perawat agar dapat memenuhi kebutuhan yang ada. Tim Relawan juga akan menyediakan insentif tunai di samping insentif yang disediakan oleh pemerintah, "tambah Andre.

Selain menyalurkan tenaga kesehatan, Tim Relawan juga mengembangkan SOP / Protokol Pemantauan Evaluasi dengan tujuan mengurangi jumlah korban bagi petugas kesehatan.

Mulai Senin, bidang relawan medis akan bergerak dan menerapkan sistem koordinasi berjenjang dengan 4 area kerja (Wilayah Barat, Wilayah Tengah, Wilayah Timur Indonesia, dan Jakarta), di mana setiap wilayah akan memiliki koordinator yang akan memantau di setiap provinsi di wilayah kerjanya.

Saat ini Tim Relawan sedang melakukan perbaikan dan sinkronisasi data relawan yang berasal dari berbagai pihak.

"Banyak data ganda dan tidak lengkap, termasuk tidak adanya izin keluarga / pasangan yang kami butuhkan," katanya.

Mulai hari Sabtu, 4 April 2020, Tim Relawan Gugus Tugas dengan BNPB telah mengadakan pelatihan untuk aplikasi pelaporan COVID-19 Volunteer Desk. Pelatihan ini dihadiri oleh perwakilan komunitas sukarelawan di The Media Hotel.

Selanjutnya, mulai Senin, 13 April, 2020 pelatihan sukarela non-medis akan dilakukan yang akan dilakukan melalui media online (webinar). Pelatihan ini dilakukan beberapa kali setiap minggu dengan sekitar 200-250 orang per sesi. Nantinya semua relawan yang ditugaskan akan diberikan buku saku tentang materi yang telah diberikan.

Materi yang diberikan mencakup informasi dasar tentang COVID-19, protokol sukarelawan, keamanan dan keamanan, dan deskripsi situasi (situasi tanggap darurat, transisi darurat, rehabilitasi dan rekondisi. Materi akan diberikan bekerja sama dengan Fasilitator RedR, alumni pelatihan RedR, dan mitra (Sahabat RedR), WHO dan BNPB.

Andre mengatakan bahwa Tim Relawan telah bertemu dengan BAZNAS yang akan menempatkan salah satu perwakilannya di Tim Relawan sebagai penghubung dengan lembaga-lembaga yang tergabung dalam Forum Kemanusiaan Indonesia (HFI), yang merupakan forum bagi lembaga bencana antaragama di Indonesia untuk berkoordinasi lebih lanjut .

"Tim Relawan juga telah mengundang banyak organisasi yang biasanya terlibat dalam manajemen bencana seperti ORARI, Satkornas Banser, JKMC, jaringan antaragama (Gusdurian, PGI, WALUBI, dll.) Untuk memantau dan mengumpulkan kelompok-kelompok rentan yang tidak ditanggung oleh bantuan pemerintah program.

Program Lapangan Relawan Pendukung yang akan berbasis masyarakat dengan mempromosikan kerja sama, dengan sukarelawan sebagai kader lingkungan yang independen, ā€¯lanjut Andre.

Tim Relawan saat ini mendistribusikan 50 chilers ke beberapa rumah sakit rujukan dan 40 Puskesmas di DKI yang diisi dengan berbagai minuman suplemen seperti susu dan isotonik yang merupakan bantuan dari Cimory, Greenfields, Milo, Frisianflag dan Mizone. Tim juga menerima dukungan dari pabrik es krim yang akan menyumbangkan 500.000 es krim kepada staf medis.

Selain mendukung petugas kesehatan, Tim Relawan Gugus Tugas mengoperasikan 19 sumbangan ambulans dari PT Adaro Tbk khusus untuk mengangkut Covid-19 pasien. dengan bekerja sama dengan Asosiasi Perawat Darurat dan Bencana Indonesia (HIPGABI). Penyerahan dilakukan di Sekretariat Tim Relawan Gugus Tugas.

"Ambulans ditempatkan di 16 lokasi rumah sakit di Jakarta, Tangerang, Bekasi dan Depok, yaitu Rumah Sakit Muhamadiyah Sukapura, Rumah Sakit Cempaka Putih, Rumah Sakit St. Carolus Salemba, Rumah Sakit Kota Depok, Rumah Sakit Cibinong, RSUI, Rumah Sakit Pasar Minggu, Rumah Sakit Awal Bros Bekasi, Rumah Sakit Kota Bekasi, RSUD Duren Sawit, Bandara Internasional Soekarno Hatta, Persahabatan RSUP Pers, RSUD Tarakan, RSUP Fatmawati, RSPI Sulianti Saroso, Pelabuhan Tanjung Priok dan Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (2 Ambulance), "kata Egy Massadiah. Ahli BNPB yang juga anggota Satuan Tugas Satuan Tugas saat menyerahkan. ambulan.

Bagi orang yang membutuhkannya dapat menghubungi nomor 119 dan nomor 08126757644.

__Terbit pada
11 April 2020

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *