Quraish Shihab: Menolak Tubuh Perawat Positif-19 Perawat Bukan Manusiawi | Viralmedia.Fun

Prof.
Prof. Quraish Shihab.

Jakarta, Viralmedia.Fun – Profesor Mufassir Indonesia KH M Quraish Shihab tidak membenarkan tindakan beberapa orang yang menolak pemakaman mayat yang meninggal karena Covid-19.

Menurutnya, tidak ada alasan untuk menolak tubuh setelah proses perawatan sesuai dengan protokol yang ditentukan oleh agama dan kesehatan.

"Saya pikir sikap menghalangi (tubuh untuk dikubur) atau apa pun namanya tidak dapat dibenarkan," katanya pada program CLASSROOM. ANDA BELAJAR siaran langsung di cariustadz.id, Minggu (12/4).

Program ini bertema "Menolak Tubuh dalam Pandangan Agama dan Kemanusiaan". Prof Quraish tidak bisa mengerti sampai ada penolakan dari beberapa orang terhadap tubuh Covid-19.

Selain itu, seperti yang dilaporkan oleh situs web resmi NU, tubuh itu adalah seorang perawat yang berperan dalam menangani pandemi.

Menurutnya, jika orang yang meninggal adalah penjahat, maka dicegah dari pemakaman, maka tindakan penolakan akan tetap memiliki alasan. Meskipun penolakan itu tidak dibenarkan.

"Perawat yang telah berkorban untuk ini diperlakukan seperti itu. Ini bukan hanya di luar peri kemanusiaan. Namun, itu juga di luar bimbingan agama dan moral," jelas pendiri Pusat Studi Al-Quran.

Sarjana karismatik ini mengatakan bahwa orang yang mati karena Covid-19 adalah martir, dan pada tingkat yang sama mereka bukan martir karena mereka mati dalam perang. Dia menggambarkan kematian orang yang disambut oleh malaikat maut.

"Jadi tidak wajar untuk dihalangi," kata dokter dari jebolan Universitas Al-Azhar Mesir.

Seperti diketahui, beberapa waktu lalu, perawat Rumah Sakit Dr. Kariadi Semarang, NK (38) meninggal dunia. Perawat diuji positif untuk Covid-19.

Rencananya adalah mayat NK akan dimakamkan di sebelah Pemakaman Umum Siwarak (TPU), lingkungan Sewakul, Kecamatan Bandarjo, Kabupaten Ungaran Barat, Semarang. Namun, keputusan itu ditolak oleh beberapa warga setempat.

Sebagai hasil dari penolakan beberapa penduduk, tubuh perawat akhirnya dibawa kembali ke Kota Semarang dan memutuskan untuk dimakamkan di Pemakaman Dr Kariadi di daerah TPU Bergota.

__Terbit pada
13 April 2020

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *