Puasa Dapat Membunuh Sel Kanker

Puasa

* Ilustrasi – dua wanita Muslim

Berpuasa, atau tidak makan dan minum selama periode waktu tertentu dikenal sebagai praktik diet keagamaan. Tetapi beberapa ahli juga mulai menggunakannya untuk manfaat kesehatan tertentu. Selama beberapa tahun terakhir, banyak penelitian telah diterbitkan bahwa puasa dapat memulihkan kondisi kesehatan yang serius termasuk kanker. Sehingga bisa dikatakan manfaat puasa bagi penderita kanker memang ada. Namun, kegiatan puasa ini harus dilisensikan oleh dokter untuk hasil yang lebih optimal.

Bagaimana Puasa Dapat Memerangi Kanker

Tubuh dirancang untuk melindungi dirinya dari kelaparan. Untuk itu, tubuh akan menyimpan cadangan nutrisi yang dibutuhkan untuk bertahan hidup saat makan. Jika sahur, pada saat itu tubuh akan menyimpan cadangan gizi sampai matahari terbenam atau berbuka puasa. Tubuh juga akan menggunakan lebih banyak kalori. Efeknya adalah penurunan berat badan. Tapi, ini juga salah satu manfaat puasa bagi penderita kanker. Ya, sel kanker dapat tumbuh dengan cepat tergantung pada asupan makanan pasien.

Penurunan berat badan hanyalah salah satu manfaat dari puasa. Sedangkan penelitian pada hewan baru-baru ini dan beberapa percobaan awal pada manusia telah menunjukkan penurunan risiko kanker atau penurunan tingkat pertumbuhan kanker. Manfaat puasa bagi penderita kanker ini luar biasa. Cukup dengan puasa, maka itu sama dengan melawan sel kanker sehingga mereka tidak tumbuh.

Studi-studi ini menunjukkan ada beberapa manfaat puasa bagi penderita kanker karena beberapa hal seperti puasa, penurunan produksi glukosa darah, asupan gizi seimbang, sel induk dipicu untuk meregenerasi sistem kekebalan tubuh dan meningkatkan produksi sel-sel pembunuh tumor. Selain itu, obesitas yang berisiko memicu kanker juga bisa dikurangi. Ya, puasa bisa mengurangi obesitas yang artinya mencegah kanker.

Manfaat puasa bagi penderita kanker lainnya juga ditunjukkan melalui penelitian bahwa puasa selama beberapa bulan (9-12 jam sehari) telah mengurangi faktor risiko kanker. Dalam studi 2016, penelitian menunjukkan bahwa kombinasi puasa dan kemoterapi memperlambat perkembangan kanker payudara dan kanker kulit. Inilah sebabnya mengapa ada juga saran untuk puasa sebelum operasi atau perawatan kanker.

CLP adalah sel prekursor untuk limfosit, yang merupakan sel darah putih yang bermigrasi ke tumor dan diketahui dapat membunuh tumor. Singkatnya, manfaat puasa bagi penderita kanker dapat dirasakan karena sel darah putih membunuh sel kanker. Selain itu, puasa juga membuat sel kanker sensitif terhadap kemoterapi sekaligus melindungi sel normal, dan mendukung produksi sel induk.

Beberapa manfaat puasa bagi penderita kanker di atas dapat disimpulkan secara singkat bahwa dengan berpuasa tubuh akan menyimpan lebih banyak nutrisi dalam pos masing-masing dalam tubuh, menghasilkan lebih banyak sel punca dan sel darah putih dan mengekang bahkan membunuh sel kanker dari tumbuh dan berkembang biak. (* /rsoncology)

__Terbit pada
24 April 2020

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *