PSBB Jelas, Bagaimana Situasi di Kabupaten Bandung?

Banyak orang belum tahu bahwa di wilayah Bandung Raya pembatasan sosial skala besar akan diterapkan, sehingga mereka aktif seperti biasa.

| BANDUNG – Menurut pengamatan, masyarakat Kabupaten Bandung aktif di rumah seperti biasa. Umumnya mereka tidak tahu tentang rencana PSBB di Bandung Raya yang akan dimulai minggu depan.

Sementara itu, Reza Akbar Taufik, seorang karyawan swasta dari Ciparay yang bekerja di daerah Caringin Bandung, menyatakan tidak ada kesulitan bahkan jika PSBB akan dikenakan. Alasannya, dia diberikan surat tugas dari perusahaan.

"Santai saja, nanti di check point, tunjukkan saja izin untuk membuka perusahaan dari pemerintah dan surat tugas dari kantor, rujukan dari perusahaan seperti itu," katanya kepada Viralmedia.Fun, Sabtu (18/4) / 2020).

Menurutnya sejak beberapa minggu yang lalu di perusahaannya sebagian diterapkan pembatasan karyawan, yang awalnya memiliki dua shift menjadi satu shift. Bahkan kemudian, dengan sistem kerja yang berputar, satu hari libur kerja.

"Sekarang jika pembatasan karyawan untuk PSBB ini akan dibahas Senin nanti. Tetapi sebenarnya sistem kerja saat ini bagi saya adalah solusi winwin, karena karyawan benar-benar membutuhkan liburan untuk menjaga stamina, walaupun itu juga mempengaruhi pendapatan yang sama," jelasnya .

Sementara itu, Ketua Organisasi Transportasi Darat (Organda) Kabupaten Bandung, Aloy Suryana mengatakan, sebelum ada wacana tentang implementasi PSBB, Organda telah mendesak departemen transportasi untuk responsif dalam mengantisipasi lapangan.

"Sebelumnya, kami telah menyuarakan keprihatinan para awak transportasi umum ke departemen transportasi sehingga mereka dapat bergerak cepat untuk mengantisipasi. Namun, karena otoritas yang terbatas, mereka masih menunggu keputusan dari pusat (Pemkab) karena bantuan dan semuanya terpusat di sana, "kata Aloy.

Meski begitu, lanjut Aloy, Dinas Perhubungan telah mencatat setiap awak angkutan umum. Ini adalah salah satu langkah antisipasi jika ada yang tidak tercatat di area tempat tinggal. Sementara bantuan sosial itu sendiri masih akan diberikan satu pintu melalui pemerintah daerah.

"Dinas Perhubungan memang mendaftar, tetapi tidak bahwa mereka akan memberikan bantuan, hanya diantisipasi bahwa jika tidak ada data yang dicatat di daerah itu, itu akan diserahkan dari Dinas Perhubungan. Kemudian data akan diberikan kepada satuan tugas. Jadi tetap tidak akan ada data ganda. Bantuan akan tetap satu kali melalui pemerintah desa atau RT / RW, "lanjutnya.

Aloy mengatakan bahwa sekarang semua pihak harus dapat menyadari bahwa situasi ini sulit untuk semua orang. Namun, tidak ada yang bisa disalahkan karena ini bukan kesalahan manusia.

"Saya mendorong para pengemudi angkutan umum agar mau dan mau menerima situasi ini. Namun, bukan berarti kami lepas tangan. Kami akan terus memperjuangkan hak-hak kesejahteraan mereka, karena dampaknya tidak hanya pada jalur yang akan menjadi diterapkan oleh PSBB, "lanjut Aloy.

Bayangkan saja, kata Aloy, angkutan umum hanya bisa menarik lima orang dari biasanya sepuluh menjadi dua belas orang. Untuk membeli bensin saja tidak cukup, terutama untuk deposito.

Saat ini, menurutnya ada 38 jalur rute aktif di Kabupaten Bandung dan setiap rute memiliki koperasi aktif, oleh karena itu Organda bekerja sama untuk melakukan pengecekan silang data secara lebih akurat sehingga anggota koperasi dapat memperoleh bantuan dari Kementerian Koperasi.

"Saat ini ada 38 jalur aktif, sekarang mereka memiliki koperasi. Jadi kami terus mendorong kementerian untuk membantu teman-teman kami. Semoga itu bisa dilakukan," pungkasnya. ***

Editor: denkur

__Terbit pada
18 April 2020

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *