Politisi PKS Sebut Jokowi Parah tentang Pengembalian Desa. Inilah yang dia katakan


Viralmedia.Fun – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Mardani Ali Sera mengkritik Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang mempertimbangkan kegiatan mudik dan pulang ke desa-desa yang berbeda. Dia menganggap bahwa pernyataan Jokowi sangat keras.

"Ini parah. Harus jelas keduanya sama dan dilarang," kata Mardani melalui pesan singkat ke CNNIndonesia.com, Kamis (23/4).

Mardani menyatakan bahwa memahami masalah pulang dan kembali ke desa sebagai hal yang sama di tengah-tengah pandemi virus korona diperlukan untuk menciptakan kekompakan dalam mengambil sikap dan membuat program.

Mardani berpendapat, pernyataan Jokowi yang membedakan definisi mudik dan mudik akan membuat implementasi kebijakan tidak seragam dan solid.

"Jika ada ketidakpastian, sulit berharap itu bisa diterapkan secara seragam dan solid," kata Ketua DPP PKS.

Lebih lanjut, Mardani mengatakan bahwa sikap Jokowi yang membedakan antara kepulangan dan kepulangan adalah hal yang lucu. Menurutnya, kegiatan mudik atau mudik yang dilakukan oleh masyarakat memiliki peluang yang sama dalam menyebarkan virus korona.

Dia mengatakan kebijakan pembatasan sosial skala besar (PSBB) yang telah diterapkan di sejumlah daerah akan sia-sia jika pemerintah masih membiarkan orang pulang.

"Sedikit atau banyak bahaya yang sama. Kami tidak yakin siapa yang membawa penyakit ini. Satu orang yang pulang bisa menjadi virus pembawa super untuk kota kelahirannya. PSBB akan sia-sia jika itu terjadi," katanya.

Sebelumnya, Jokowi mengatakan bahwa perpindahan orang keluar dari Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek) sebelum larangan mudik adalah kegiatan untuk pulang ke rumah.

Hal ini disampaikan oleh Jokowi ketika ditanya oleh jurnalis Najwa Shihab tentang jutaan orang yang berbondong-bondong sebelum larangan itu keluar, di acara Mata Najwa, di Trans 7, dalam sebuah wawancara eksklusif di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa ( 21/4).

"Jika tidak pulang, ia akan kembali ke desa. Mereka yang bekerja di Jabodetabek, di sini, tidak ada pekerjaan, mereka pulang," jawab Jokowi.

Lihat juga: Walikota Depok Menerbitkan Salat Tarawih di Rumah
"Apa bedanya?" Najwa bertanya.

"Jika kamu pulang pada hari Idul Fitri. Ketika kamu kembali ke desa, kamu bekerja di Jakarta untuk kembali ke desa," jelas Jokowi.

Jokowi sendiri baru saja memutuskan untuk melarang mudik di tengah pandemi virus korona pada Selasa 21 April. Larangan mudik akan mulai diterapkan secara resmi pada Jumat (23/4) pagi. (mts / fra / cnnindonesia.com)

__Terbit pada
23 April 2020

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *