Polisi Siapkan 12 Pos Dapur Umum Selama PSBB di Kota Makassar

Kota Makassar, ViralMedia.Fun.com – Pemerintah Kota Makassar akan menambah jumlah dapur umum saat penerapan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) untuk memutus penyebaran Covid-19.

Selain itu, Kepolisian Nasional juga menyiapkan 12 pos dapur atau dapur umum jelang implementasi pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di Makassar, Sulawesi Selatan (Sulawesi Selatan). Pos dapur dibagikan ke sejumlah kabupaten.

"Ada 12 pos dapur lapangan yang tersebar di kecamatan," kata Kepala Hubungan Masyarakat Kepolisian Daerah Sulawesi Selatan Ibrahim Tompo kepada wartawan, Sabtu (18/4/2020).

PSBB di Makassar akan dilaksanakan mulai 24 April atau bertepatan dengan hari pertama puasa. Ibrahim Tompo mengatakan pos ini dapat digunakan untuk membuat makanan atau berbuka puasa bagi warga selama PSBB.

"Ya (untuk berbuka puasa dan subuh) agar masyarakat siap dengan kondisi (PSBB)," kata Ibrahim.

Ibrahim tidak mengatakan secara pasti tentang kapasitas dapur ini. Namun dia mengatakan ada ribuan porsi makanan yang bisa diproduksi setiap hari.

"Jumlahnya tidak bisa diperkirakan nanti, tapi satu dapur umum bisa sampai 500 lebih dan bisa ditambah," kata Ibrahim.

Gubernur Sulawesi Selatan Nurdin Abdullah sebelumnya memantau salah satu dapur lapangan di Markas Brigade Mobil Kepolisian Daerah Sulawesi Selatan di Jalan KS Tubun, Makassar, Jumat (17/4). Nurdin memberikan apresiasi.

Gubernur Sulawesi Selatan Nurdin Abdullah saat memantau salah satu dapur umum di Markas Brigade Mobil Kepolisian Daerah Sulawesi Selatan di Jalan KS Tubun, Makassar, Jumat (17/4/2020).
Gubernur Sulawesi Selatan Nurdin Abdullah saat memantau salah satu dapur umum di Markas Brigade Mobil Kepolisian Daerah Sulawesi Selatan di Jalan KS Tubun, Makassar, Jumat (17/4/2020).

Gubernur Nurdin juga mendesak warga untuk tidak panik selama PSBB. Dia juga mengklaim bahwa partainya akan terus mensosialisasikan PSBB ke semua lapisan masyarakat.

"Setelah memberikan informasi, kami akan menganalisis dan memberikan tindakan kepada orang-orang yang masih tidak mematuhi aturan yang ada," kata Nurdin. (* Adalah)

__Terbit pada
18 April 2020

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *