PHK Karyawan Resmi Karena Terkunci Menurut UAS | Viralmedia.Fun

title=UAS/
UAS

Jakarta, Viralmedia.Fun – Ulama terkenal Ustadz Abdul Somad (UAS) menjawab salah satu peziarah & # 39; pertanyaan tentang pemutusan hubungan kerja karyawan (PHK) di tengah kesulitan ekonomi akibat pandemi coronavirus.

"Ustadz, apakah sah mem-PHK karyawan karena dikurung? Dan aku tidak bisa membayar pesangon karena kebangkrutan. Akankah aku dituntut di alam baka?" UAS mengatakan membaca pertanyaan itu dikutip melalui video di Instagram, Senin (4/4) 13/2020).

UAS juga mengutip Surah Al-Baqarah ayat 286 yang memiliki makna: "Allah tidak membebani melampaui kemampuan hamba-hamba-Nya."

Lebih jauh, UAS menjelaskan keempat pelaku bisnis & # 39; wewenang kepada karyawan mereka ketika kondisi genting karena virus korona. Setidaknya ada 4 pilihan yang bisa diambil untuk menghindari PHK.

"Yang terbaik, yang tertinggi. Jika ada dana darurat, ya majikan tetap gaji mereka (karyawan) bahkan jika mereka tidak bekerja. Ini adalah tingkat terbaik," kata UAS.

Selain itu, pelaku bisnis juga dapat memberikan kebijakan dengan meminta karyawan untuk bekerja di rumah dan membayar mereka sesuai kebutuhan.

Sementara alternatif ketiga, UAS mengatakan pelaku bisnis dapat mengurangi produktivitas perusahaan jika dibatasi oleh penguncian.

"Cintai gaji sesuai kemampuan, yang telah dibuat sepatu selama satu bulan 20, cintailah dia hanya 10, beri setengah gaji," tambahnya.

Namun, jika memang kondisi perusahaan tidak memungkinkan jaminan kehidupan pekerja, maka bisnis dapat mengambil jalan PHK.

"Apa yang tidak bisa sama sekali, apa yang bisa membuat. Memang, tidak ada dana darurat, tidak ada sama sekali. Tidak mungkin bagi pemerintah untuk memeriksa satu per satu, ulama juga tidak tahu. Jadi itu & # 39 Di situlah, iman kita kepada Tuhan, "kata UAS.

Lebih jauh, UAS menjelaskan perlunya kejujuran dari bisnis di tengah situasi darurat. Alih-alih melakukan kesalahan, secara sepihak memecat karyawan sementara perusahaan masih memiliki dana cadangan.

"Wahai hadirin pemimpin bisnis menengah (UMKM), pemimpin perusahaan yang memiliki dana darurat, janganlah tidak adil," jelas UAS.

"Anda takut pada pelaku kesalahan, jika Anda memecat mereka karena alasan korona. Mereka (karyawan) tidak akan mengeluh, mereka menerima," tambahnya.

UAS juga mengingatkan, hukuman bagi mereka yang berbuat salah. Karena, pada kenyataannya, pebisnis dan bos mendapatkan tes iman karena virus korona.

"Padahal dana darurat ada dan kemudian mereka mengadu kepada Allah. Kemudian uang yang Anda simpan, juga akan keluar dalam bentuk jantung koroner, diabetes, kebakaran, kebangkrutan dan kerugian," kata UAS.

Dia kemudian berkata, "Di sini kita diuji oleh iman. Karyawan diuji untuk kesabaran, majikan diuji untuk iman mereka, kejujuran mereka. Yang jujur ​​mati, yang jujur ​​mati".

__Terbit pada
13 April 2020

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *