Petugas Medis dari Rumah Sakit Pelni, Jakarta Dapat Menjadi Akomodasi di Grand Sahid Jaya Hotel dari Kemenparekraf.

title=IMG-20200418-WA0012/

Petugas Medis Rumah Sakit Pelni, Jakarta, saat check-in di Hotel Grand Sahid Jaya, hari ini, Jumat 17 April 2020. (Foto Kemenparekraf)

JAKARTA, business tourism.co.id: Staf medis di garis depan Rumah Sakit Pelni, yang merupakan salah satu rumah sakit rujukan untuk menangani COVID-19, sekarang menerima layanan akomodasi di Grand Sahid Jaya Hotel, lengkap dengan transportasi dari / ke rumah sakit yang difasilitasi oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif / Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif

"Kami terus memfasilitasi kebutuhan petugas kesehatan dengan bekerja sama dengan industri pariwisata dalam keadaan darurat pandemi COVID-19. Kami terus bekerja sama untuk menyediakan fasilitas dan akomodasi ini. Tentu saja, dengan kesiapan dan persyaratan yang harus dipenuhi oleh hotel, "kata Menparekraf Wishnutama, hari ini.

Wishnutama menjelaskan, Kemenparekraf telah merealokasi anggaran sebesar Rp 500 miliar, salah satunya adalah menyediakan akomodasi dan transportasi bagi tenaga kesehatan yang disesuaikan dengan kebutuhan rumah sakit.

"Hingga saat ini terdapat 1.725 tenaga kesehatan di Jakarta yang telah difasilitasi. Kerja sama ini juga merupakan bentuk dukungan Kemenparekraf terhadap industri pariwisata, yaitu perhotelan, termasuk staf dan pekerja di dalamnya," katanya.

Pada kesempatan ini, juga dihadiri Direktur Utama Grand Sahid Hariyadi Sukamdani dan Penjabat Direktur Rumah Sakit Pelni Mohamad Kartobi, menemani Menparekraf dalam ulasannya tentang Hotel Grand Sahid sambil memantau kedatangan staf medis.

Hariyadi Sukamdani menjelaskan, dalam kerjasama ini 220 kamar disiapkan di mana 60 kamar akan digunakan untuk 100 tenaga kesehatan dari Rumah Sakit Pelni. Selain akomodasi, tiga kali sehari juga disiapkan dan fasilitas binatu disiapkan.

Dia memastikan bahwa dia melaksanakan Prosedur Operasional Standar (SOP) yang berkaitan dengan layanan tamu sebagaimana ditentukan oleh Departemen Kesehatan mengenai penanganan COVID-19.

Di antaranya penyemprotan disinfektan rutin terutama di pintu masuk hotel, kegiatan sanitasi, pengaturan jarak fisik di semua area hotel termasuk penggunaan lift, meminimalkan interaksi layanan langsung, dan tindakan lain yang direkomendasikan oleh Departemen Kesehatan.

Semua staf medis yang menginap dan karyawan hotel akan melewati beberapa protokol kesehatan seperti pemeriksaan suhu tubuh dan penggunaan peralatan pelindung diri sebagai langkah wajib dalam mengantisipasi transmisi COVID-19.

"Hotel melakukan SOP khusus dalam melaksanakan tugas sehari-hari mereka baik di bagian yang bertemu langsung atau tidak langsung dengan semua tenaga medis, misalnya SOP di rumah tangga dari prosedur sanitasi, frekuensi pembersihan, hingga penyediaan fasilitas tambahan," Hariyadi Sukamdani kata.

Selain ke Jakarta, ia juga menyiapkan hotel sebagai lokasi menginap tenaga kesehatan di Ternate dan Morotai. Dia juga menyiapkan jaringan hotelnya di Yogyakarta dan Cikarang.

"Kami siapkan sesuai kebutuhan. Karena mereka di Ternate dan Morotai memenuhi standar untuk siap menerima tim medis. Termasuk Cikarang, yang telah menerima tim medis minggu depan," katanya.

__Terbit pada
17 April 2020

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *