Percaya pada Anggota Jamaah Tabligh Indonesia di India, kehabisan uang, makan nasi garam dan minta dievakuasi


Viralmedia.Fun – Kementerian Luar Negeri Indonesia mengkonfirmasi bahwa 10 warga Indonesia (WNI) anggota sidang Tabligh, yang telah ditahan oleh polisi India, telah dibebaskan.


10 orang Indonesia ditahan oleh otoritas hukum India karena masalah visa dan karantina regional atau penguncian di negara tersebut.

Mereka adalah bagian dari sekitar 700 warga negara Indonesia yang terlibat dalam sidang Tabligh yang diadakan oleh India ketika bertepatan dengan pecahnya wabah virus korona.

Namun, pemerintah Indonesia mengatakan masih belum pasti kapan ratusan warga Indonesia dari India akan dievakuasi.

Sementara itu, sejumlah warga negara Indonesia yang ikut serta dalam acara Jamaah Tabligh di India berharap agar Pemerintah Indonesia segera mengembalikan mereka ke Indonesia.

Bagaimana 10 warga negara Indonesia akhirnya dibebaskan?
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Indonesia Teuku Faizasyah mengatakan proses hukum 10 warga negara Indonesia yang menjadi anggota sidang Tabligh, yang diancam dengan hukuman penjara, diselesaikan dengan membayar denda.

"Ada juga 10 orang yang kasus hukumnya diselesaikan, dan mereka dinyatakan telah membayar denda. Jadi sudah selesai," kata Faizasyah kepada BBC News Indonesia, Selasa (28/04).

Sejauh ini, kata Faizasyah, pemerintah Indonesia belum dapat memastikan kapan akan mengevakuasi jamaah Tabligh Indonesia di India. Sebab, India masih menetapkan status karantina di kawasan itu.

Semua peserta Jama'ah Tabligh di Delhi dipindahkan ke karantina. (Getty Images)

"Kapan tepatnya kita tidak tahu. Jadi, dalam kondisi itu tidak ada penerbangan. Jadi memang tidak mungkin memudahkan mereka untuk kembali," katanya.

Saat ini Kementerian Luar Negeri memprioritaskan penyelesaian kasus-kasus hukum untuk warga negara Indonesia dari jemaat Tabligh di India. Mereka umumnya dituduh memiliki visa bermasalah, dan melanggar aturan karantina regional di India.

"Karena bagaimanapun, mereka yang terkena kasus hukum harus diselesaikan terlebih dahulu. Bantuan hukum, kami juga telah mencari pengacara dan kemudian mereka akan membantu," kata Faizasyah.

Berapa banyak orang Indonesia di India yang terlibat dalam penyembah Tabligh?
Sebelumnya, lebih dari 700 warga Indonesia menghadiri Tabligh di Masjid Nizamuddin di New Delhi, India. Mereka berbaur dengan ribuan warga lainnya pada 13-15 Maret. Pertemuan besar ini dilaporkan sebagai pemicu penyebaran virus korona di India.

India kemudian menerapkan karantina regional. Sebagian besar warga negara Indonesia yang berpartisipasi dalam kelompok Tabligh dikarantina. Mereka ditempatkan di lebih dari 20 pusat karantina yang tersebar di seluruh India.

Kementerian Luar Negeri per 28 April 2020, mencatat sebanyak 75 warga Indonesia dari jemaat Tabligh di India positif Covid-19, sementara 43 dari mereka dinyatakan sembuh.


Meminta pulang, kehabisan uang: & # 39; Terkadang saya hanya makan di sini menggunakan garam & # 39;

"Harapan besar kami adalah bahwa pemerintah Indonesia dapat mengevakuasi kami," kata anggota Jemaah Tabligh Indonesia di India, Ali Sahbana, kepada BBC News Indonesia, Selasa (28/04).

Saat ini Ali bersama dengan 85 warga negara Indonesia menjalani proses karantina di salah satu pusat karantina di wilayah New Friends Colony, Delhi.

Warga dari Makassar, Sulawesi Selatan, mengaku telah menjalani proses karantina sejak awal bulan setelah berpartisipasi dalam kegiatan Tabligh Akbar di Masjid Nizamuddin, Delhi, India pada pertengahan Maret dengan ribuan orang lainnya.

"Mulai karantina pada 2 (April) hingga sekarang," katanya.

Dia mengaku hanya mendapat kabar baik.

"Pagi ini saya mendapat kabar baik dari dokter tentang berita kondisi kesehatan kita, bahwa semua yang negatif berasal dari Covid-19. Lalu saya bertanya kapan kita bisa keluar dari karantina ini?

Namun, berita ini telah dibantah oleh juru bicara Kementerian Luar Negeri Indonesia, Teuku Faizasyah, yang mengatakan "Kapan tepatnya kita tidak tahu".

Selain berita itu, Ali mengklaim bahwa bersama dengan puluhan warga Indonesia di sidang Tabligh juga dijanjikan akan mendapatkan pernyataan negatif Covid-19 dari pihak berwenang setempat.

"Besok pagi aku ingin mengirimkannya. Hanya tidak tahu apakah satu huruf memiliki empat nama, atau per orang. Tidak jelas juga," kata Ali.

Selama masa karantina, warga Indonesia di Tabligh tidak diizinkan membeli makanan dari luar. Mereka dikurung di kamar dengan makanan yang sama.

"Karena hampir semua teman ini sudah lelah, tidak bisa masuk lagi, karena makanannya hanya dal. Ya, kalau bahasa kasar itu bukan lagi makanan untuk Babu. Kadang aku hanya makan di sini menggunakan garam saja," Ali kata.

Ali melanjutkan, "Suka atau tidak kita ingin menyeimbangkannya. Alih-alih tidak makan, itu menyakitkan disebut Covid-19, nanti."

Menurut Ali, jemaat sudah mulai kehabisan uang. "Ada teman yang memiliki kesempatan untuk membicarakan sisa uang yang tidak mencapai 1 juta, paling banyak 750 ribu," katanya. (Detikcom / artikel asli)

__Terbit pada
29 April 2020

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *