Perawat Menjadi Teman Penasihat-19 Pasien

Perawat

* Ruang isolasi pasien Covid-19. (Foto: Edwin B / obsessionnews)

Jakarta, Viralmedia.FunSeperti perang, dokter, perawat, dan personel non-medis yang bekerja di fasilitas kesehatan di semua tingkatan sekarang berada di garis depan dalam memerangi virus Corona (Covid-19). Dengan peralatan perlindungan minimal dan karakter virus yang tidak diketahui, petugas kesehatan tidak punya pilihan selain berurusan dengan pasien yang tertular virus mematikan ini.

Perawat adalah salah satu pelopor dalam berurusan dengan pasien Covid-19 ini. Tidak sedikit dari mereka yang mengalami pasang surut dalam menjalankan tugasnya. Perawat menjadi bagian penting dalam menangani pasien Covid-19, tetapi tidak ada sedikit pun kepedulian dalam menjalankan tugasnya seperti yang disampaikan oleh Perawat Rumah Sakit Persahabatan Jakarta, Wita Tamala.

Wita, yang adalah seorang perawat di salah satu ruang isolasi pasien, mengakui bahwa ia merasa takut ketika harus berurusan dengan pasien Covid-19. Tetapi rasa takut itu hilang dan berubah menjadi tenang setelah menggunakan peralatan pelindung pribadi, meskipun pakaian itu tampak tidak nyaman.

"Mengenakan kemeja astronot memang sangat panas, jika saya keluar dari ruang isolasi pakaian saya basah oleh keringat," katanya seperti dikutip obsesnews dalam sebuah video yang beredar di media sosial, Rabu (15/4). 2020).

Tidak hanya itu, selain merawat pasien, Wita selalu menanyakan kondisi pasien Covid-19, tidak jarang ia juga menjadi tempat melampiaskan para pasien virus. "Percaya diri. Kami memang berbicara satu sama lain dengan pasien, sehingga mereka lebih dekat dengan pasien," tambahnya.

Meskipun sering berurusan dengan pasien Covid-19, keluarga Wita dapat memahaminya. Meski begitu, ia selalu membersihkan dirinya setelah berhadapan dengan pasien. Tidak hanya itu, ia selalu menjaga kesehatannya.

Jika Anda melihat pengalaman salah satu pasien Covid-19 perawat di atas, harus ada dukungan moral dan rasa hormat yang tinggi untuk semua tenaga medis yang mempertaruhkan nyawa mereka sendiri untuk menyelamatkan ribuan nyawa lain yang terinfeksi virus corona. Bukan jalan keluar lain, bukannya dikucilkan dari komunitas.

Selain itu, untuk dokter dan perawat, bekerja di rumah sakit hingga belasan jam sehari dengan peralatan terbatas sudah sangat berat secara fisik dan mental.

Untuk itu, jangan mengisolasi mereka, sebaliknya harus bersyukur dan melakukan apa pun yang bisa dilakukan untuk mengurangi beban mereka. Setidaknya dorong mereka dan berterima kasih pada mereka masing-masing ketika mereka pergi atau bertugas.

Selain itu, hal yang bisa dilakukan adalah mengurus keluarga, yaitu anak-anak dan orang tua. Untuk keluarga mereka terpaksa meninggalkan rumah sepanjang hari dan memastikan makanan tersedia untuk mereka, sementara masih membatasi kontak fisik.

Dalam menghadapi masa-masa sulit seperti ini, kebersamaan dan kekompakan adalah kuncinya. Dengan merawat satu sama lain dan menghindari tindakan yang merupakan corona provirus, wabah Covid-19 ini dapat ditaklukkan lebih cepat, sehingga dapat segera melanjutkan kehidupan seperti biasa. (POY)

__Terbit pada
15 April 2020

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *