Penyembelihan Daging untuk Persembahan, Apa Aturannya? | Viralmedia.Fun

title=Daging
Ilustrasi Daging Kurban

Viralmedia.Fun – Sejumlah daerah di Indonesia, ada ritual upacara tradisional dalam bentuk doa bersama yang dipimpin oleh seorang pemimpin agama terkemuka, memohon kepada Allah. sehingga sumber air di daerah itu tidak kering. Namun, dalam upacara itu juga dilakukan penyembelihan kerbau atau sapi.

Penyembelihan dilakukan menurut hukum agama, yaitu dengan membaca "Basmalah" dan sebagainya. Tetapi kepala kerbau atau sapi kemudian ditanam sebagai persembahan kepada "Pengamat" yang dianggap tinggal di dekat sumber air.

Ini dilakukan dengan pengertian bahwa "Watcher" tidak mengganggu dan / atau menghalangi / mengurangi aliran air yang keluar dari sumber. Sementara daging kerbau atau sapi potong dari pembantaian dimasak dan dimakan bersama penghuninya.

Melihat dari tradisi, bagaimana cara daging halal disembelih?

Dikutip dari rilis Halal MUI, Selasa (14/4/2020) prinsip awalnya, jika persyaratan dan keharmonisannya terpenuhi sesuai dengan ketentuan Islam, pembantaian itu legal.

Dalam Fatwa MUI tentang Penyembelihan Hewan, Standar untuk Hewan yang Disembelih adalah hewan yang bisa dimakan; harus dalam keadaan hidup saat disembelih (hayatun mustaqirrah); dan harus memenuhi standar kesehatan hewan yang ditetapkan oleh lembaga yang berwenang.

Kondisi atau standar untuk penyembelihan atau mereka yang menyembelih hewan harus muslim, sudah aqil baligh, dan memahami prosedur penyembelihan harus tajam, dan alat itu tidak dalam bentuk paku, gigi / taring, atau tulang. Jika penyembelihan dilakukan berdasarkan hukum syariah, itu berarti tubuh hewan dibantai halal untuk dikonsumsi.

Berikut ini adalah ketentuan standar dalam proses penyembelihan, yaitu:

  • Penyembelihan dilakukan dengan maksud untuk menyembelih dan memanggil Asma Allah (Basmalah);
  • Penyembelihan dilakukan dengan mengalirkan darah melalui pemotongan 4 (empat) saluran, yaitu saluran makanan (biarkan & # 39; / esofagus)saluran pernapasan / tenggorokan (hulqum / trakea), dan dua pembuluh darah (wugja / vena jugularis dan arteri karotid);
  • Pembantaian dilakukan sekali dan cepat;
  • Memastikan aliran darah dan / atau pergerakan hewan sebagai tanda kehidupan hewan (Hayah Mustaqirrah); dan
  • Memastikan kematian hewan itu disebabkan oleh penyembelihan,
  • Mengenai niat dan harapan dalam menyembelih hewan dengan mengatakan "Bismillahi Allahu Akbar", maka dalam zhohiri dapat dikatakan menyembelih hewan karena Allah bukan karena selain Allah. Sementara menanamkan kepala hewan yang disembelih adalah tindakan lain yang terpisah atau terpisah. Tindakan itu tidak mempengaruhi status halal dari daging hewan yang telah disembelih dengan mengatakan "Basmalah".

Dalam Islam, menanam kepala hewan untuk persembahan atau pengorbanan, adalah melanggar hukum dan termasuk tindakan syirik karena melayani selain Allah.

Jika itu dilakukan untuk memenuhi keinginan Jin atau Setan yang disebut "Pengamat" itu jelas merupakan bentuk politeisme nyata, melanggar Aqeedah Tauhidullah, yang dilarang dalam Agama.

Seolah ada kepercayaan lain selain Tuhan bahwa untuk menghindari gangguan, untuk diselamatkan, sering meminta bantuan dan perlindungan dari Jin dan Setan, dengan memberikan persembahan. Tidak bertanya pada Tuhan.

Dalam menghadapi masalah atau kesulitan hidup, Tuhan memerintahkan kita sebagai orang percaya, sehingga hanya Tuhan yang meminta bantuan dengan menjalankan perintah Tuhan sambil berusaha mengatasi kesulitan yang dihadapi dengan kesabaran.

Tradisi atau kebiasaan yang dilakukan oleh masyarakat bertentangan dengan ketentuan syariah, sehingga tradisi yang salah harus ditinggalkan. Karena itu, kita harus meningkatkan tradisi atau kebiasaan seperti menanam kepala untuk persembahan atau pengorbanan.

Kita harus mengikuti ajaran Nabi. dengan sunnah agungnya ketika kita mengalami kesulitan seperti kekurangan air, maka mintalah kepada Allah untuk melakukan Sholat Istisqa.

Sholat sunnah untuk meminta air atau hujan dari Allah. Dalam hadits itu tertulis: "Nabi saw. Turun ke ladang. Dia meminta hujan kepada Tuhan dengan menghadap kiblat, kemudian membalikkan syalnya, lalu shalat dua rakaat." (HR. Bukhari).

Jika kepala sapi atau kerbau dapat dinikmati bersama dengan dewan doa, dzikir, meminta bantuan dan perlindungan dari Tuhan, sedekah atau amal yang insya Allah akan dapat menolak bala bantuan & # 39; dan bencana.

Dalam hadits itu tertulis: "Cepatlah bersedekah, untuk musibah tidak pernah bisa mendahului sedekah. Belilah semua kesulitanmu dengan sedekah. Perlakukan penyakitmu dengan sedekah. Sedekah adalah sesuatu yang ajaib. Shadaqah menolak 70 jenis bencana dan bencana, dan Yang paling ringan adalah penyakit kusta dan hairpiece (vitiligo)"(HR. Baihaqi dan Thabrani).

Allah yang paling tahu bish Shawab ..

__Terbit pada
14 April 2020

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *