Penuh dengan Kesejukan, 7 Pesem Wantim MUI Ini Memasuki Bulan Suci Ramadhan | Viralmedia.Fun

title=images

Jakarta, Viralmedia.Fun – Tidak seperti biasanya, Muslim Ramadan tahun ini akan hidup sedikit berbeda. Karena dunia dilanda wabah virus korona yang berdampak pada semua aspek. Termasuk dalam urusan ibadah.

Maka untuk membimbing rakyat dan bangsa Indonesia dalam kondisi dan suasana seperti itu, Dewan Penasihat Majelis Ulama Indonesia menyampaikan Taushiyah Ramadhan 1441 H / 2020 M. Ada tujuh pesan penting dari Wantim MUI dalam menyambut bulan suci Ramadhan di tengah-tengah pandemi

Pertama, menyambut keagungan bulan Ramadhan Wantim MUI diminta untuk merespons dan menghadapinya dengan prasangka baik (Husnudzan), hati tetap tenang, penuh kesabaran, diusahakan dan diyakinkan bahwa segala sesuatu yang terjadi adalah karena takdir dan kehendak Allah SWT.

"Faktanya virus Corona juga merupakan ciptaan Tuhan yang diturunkan ke muka bumi untuk menguji dan meningkatkan iman kita sebagai Muslim," kata Ketua MUI Wantim Din Syamsyuddin dalam pernyataan tertulisnya, Rabu (22/4). 2020).

Kedua, Wantim MUI mengajak masyarakat untuk bertekad memperkuat institusi keluarga dengan menjaga semangat penyiaran ibadah di bulan Ramadhan dari rumah masing-masing, berpuasa dengan khusyuk, melakukan sholat Rawatib dan sholat Tarawih berjamaah bersama keluarga di rumah.

Termasuk memperbanyak dzikir dan sholat (dzikir), membaca Alquran, memelihara fisik yang sehat, disiplin bersih menurut protokol kesehatan, bekerja dari rumah (bekerja dari rumah), dan tetap berhubungan dengan keluarga dan kerabat dengan memanfaatkan teknologi online sebagai media untuk berkumpul bersama saat fajar, berbuka puasa.

Ketiga, Wantim MUI juga mengajak masyarakat untuk selalu meningkatkan semangat gotong royong dan solidaritas persaudaraan Islam (ukhuwah Islamiyah), persaudaraan nasional (ukhuwah wathaniyah), persaudaraan kemanusiaan (ukhuwah insaniyah) untuk bersatu mengatasi wabah Corona.

"Saling membantu, saling membantu, dan berempati dengan saudara-saudara kita yang terinfeksi dan terpengaruh oleh aspek medis, sosial, dan ekonomi Corona dalam semangat kepedulian," katanya.

Antara lain katanya, dengan mempercepat pembayaran zakat mal di awal Ramadhan, serta meningkatkan infaq dan sedekah dalam bentuk uang, makanan, obat-obatan, alat-alat
personal protection (APD), pakaian dan apa saja yang sangat membantu dan dibutuhkan oleh masyarakat.

"Keempat, mengimbau lembaga penyiaran publik untuk mempresentasikan program-program produktif, membangun solidaritas bersama, menghibur tetapi mendidik, dan menghindari penyajian program-program yang kontraproduktif dengan Ramadhan khusus dan atmosfir kepedulian masyarakat yang sedang dilanda pandemi Korona, "jelasnya.

Kelima, lanjutnya, MUI Wantim menyatakan dukungan dan antusiasmenya kepada semua staf medis dan sukarelawan yang berada di garis depan dalam menangani wabah korona.

Pemerintah harus memastikan terpenuhinya kebutuhan Alat Pelindung Diri dan obat-obatan untuk mereka dan untuk rumah sakit rujukan sehingga upaya untuk merawat dan menyembuhkan pasien korona berjalan secara optimal dan efektif sehingga Indonesia kembali sehat.

Keenam, MUI Wantim meminta masyarakat untuk terus memberikan dukungan penyembuhan dan kesehatan kepada mereka dengan berpegang pada mekanisme dan protokol kesehatan dari pemerintah. Jangan memandang mereka sebagai orang yang didiskriminasi dan dianggap sebagai aib dan sampah yang ditinggalkan oleh masyarakat termasuk menolak jenazahnya untuk dikuburkan.

Ketujuh, dalam suasana keprihatinan terhadap pandemi Korona, Wantim MUI juga harus mengajak publik untuk menunda kegiatan mudik Lebaran saat merayakan Idul Fitri nanti sehingga dapat memutus rantai penyebaran dan menekan penyebaran virus Corona.

"Perayaan Idul Fitri tahun ini harus digunakan sebagai momentum untuk meningkatkan solidaritas dan kesederhanaan, menghindari perilaku yang terlalu menyenangkan, menyia-nyiakan, dan menyia-nyiakan kekayaan untuk hal-hal yang kurang berguna dan tidak boleh menjadi prioritas bagi upaya untuk mempercepat wabah Corona secara medis, sosial dan ekonomi, "katanya. (Albar)

__Terbit pada
23 April 2020

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *