Penting untuk diketahui! Berikut 4 persiapan untuk menyambut Ramadan | Viralmedia.Fun

title=MARHABAN

Viralmedia.Fun – Tidak terasa Ramadhan sudah di depan mata. Kurang lebih minggu depan, Insya Allah, bulan suci yang telah lama ditunggu-tunggu akan hadir.

Sebagai seorang mukmin yang diperintahkan untuk puasa Ramadhan, tentu saja tidak ingin bulan Hebat ini dihabiskan dengan sia-sia karena rahmat dan rahmat Tuhan subhanahu wa ta & ala berlimpah di dalamnya.

Mengutip buku "Panduan Lengkap Ibadah Ramadhan", setidaknya ada empat persiapan penting agar Ramadhan diisi dengan berbagai kegiatan keagamaan secara maksimal.

1. Persiapan Mental

Islam merekomendasikan agar setiap orang melakukan perbuatan benar harus dimulai dengan niat. Secara psikologis seseorang yang berniat termotivasi untuk melakukan amal yang maksimal. Di sisi lain, niat adalah praktik yang harus dilakukan dalam setiap kegiatan ibadah.

Niat akan membawa energi positif dalam bentuk antusiasme dan ketahanan seseorang dalam melakukan perbuatan baiknya. Tidak heran tujuannya adalah untuk menjadi pilar utama dalam menyembah Allah ‘Azza wa Jalla.

Ramadhan adalah bulan penuh ibadah yang dilakukan oleh orang-orang beriman. Tidak hanya puasa di siang hari, orang yang mempersiapkan mental dengan baik harus memiliki niat untuk melakukan kegiatan ibadah lainnya, seperti Doa Tarawih, Doa Tahajud, membaca Alquran, mereproduksi dzikir, dan lain-lain.

Persiapan mental sangat penting untuk membentuk ketulusan dalam beribadah agar tidak lamban di tengah jalan. Dengan mentalitas yang siap, komitmen untuk ibadah Ramadhan maksimal muncul hingga akhir.

width=696

2. Persiapan Rohani

Disebut juga persiapan ruhiyah yang dilakukan dengan membiasakan membaca Alquran, puasa sunnah, zikir dan sholat, termasuk melakukan sholat sunnah.

Rasulullah sallallaahu ‘alayhi wa sallam berikan contoh persiapan ruhiyah ini dengan mengalikan puasa di bulan larangan Sya. ‘Aisyah radhiyallahu‘ anha berkata,

فَمَا رَأَيْتُ رَسُولَ اللَّهِ – صلى الله عليه وسلم – اسْتَكْمَلَ صِيَامَ شَهْرٍ إِلاَّ رَمَضَانَ َِىِىَََََََََََََْْْْْْْْْْْْ

"Aku belum pernah melihat Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam berpuasa dengan sempurna sepanjang bulan selain bulan Ramadhan. Aku belum pernah melihatnya berpuasa lebih dari puasa di bulan Setan," (HR. Bukhari no. 1969 dan Muslim no. . 1156).

3. Persiapan Intelektual

Ibadah harus didasarkan pada pengetahuan. Karena itu, persiapan intelektual atau fikriyah ini sangat penting dalam menyambut Ramadhan.

Banyak orang berpuasa tetapi dia tidak mendapatkan Penghargaan apa pun kecuali kelaparan dan kehausan. Ini terjadi karena puasa dia tidak didasarkan pada pengetahuan yang memadai, sehingga banyak hal yang mengurangi nilai puasa sering dilakukan seperti mengatakan kebohongan, berkata sia-sia dan porno, berbuat salah kepada orang lain, dan hal-hal terlarang lainnya.

4. Persiapan dan Bahan Fisik

Banyaknya ibadah di bulan Ramadhan berdampak pada pentingnya persiapan fisik dan materi. Seseorang yang sakit fisik tentu tidak akan puasa maksimal atau ibadah lainnya. Karena itu menjaga kebugaran fisik tetap sangat penting.

Rasulullah sallallaahu ‘alayhi wa sallam adalah teladan dalam hal menjaga vitalitas fisik. Dia mencontohkan pentingnya bersiwak, selalu mengonsumsi makanan dan minuman halal yang baik, dan berolahraga.

Di sisi lain, persiapan material juga tidak bisa dianggap remeh. Islam tidak mengajarkan orang untuk berlebihan untuk memenuhi kebutuhan hidup. Sebaliknya, selama Ramadhan kita diajarkan untuk menahan diri dari semua keinginan dan hal-hal tabdzir.

Persiapan materi dilakukan agar kita dapat memenuhi kebutuhan selama bulan Ramadhan, sementara juga bisa menyisihkannya sehingga kita dapat memberikan sedekah. Bukankah Ramadhan juga bulan terbaik untuk memberi sedekah?

Teladan kita, Nabi sallallaahu ‘alayhi wa sallam mencontohkan kita untuk memberi sedekah dan memberikan banyak dalam bulan Ramadhan. Bahkan ada berbagai manfaat jika seseorang lebih antusias memberikan sedekah saat puasa di bulan yang diberkati.

Dari Ibn ‘Abbas radhiyallahu ‘anhuma, dia berkata,

"Nabi sallallaahu ‘alayhi wa sallam adalah orang yang paling suka amal. Antusiasme dalam amal meningkat bahkan lebih ketika Ramadhan ketika Gabriel bertemu dengannya. Gabriel bertemu dengannya setiap malam di bulan Ramadhan. Jibril mengajarkan Alquran pada waktu itu. Dan para rasul sallallaahu ‘alayhi wa sallam adalah yang paling bersemangat dalam berbuat baik seperti angin yang berhembus. "(HR. Bukhari no. 3554 dan Muslim no. 2307)

Allah tahu yang terbaik, tolong jawab.

__Terbit pada
17 April 2020

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *