Pemerintah Kabupaten Bandung Menyalurkan Bantuan Ke Tujuh Kabupaten

"Bantuan akan diterima oleh sejumlah 8.365 keluarga di 7 kecamatan, yang datanya telah diverifikasi oleh Dinas Sosial," kata Kepala Kadispakan Kabupaten Bandung, Dadang Hermawan.

| BANDUNG – Pemerintah Kabupaten Bandung (Pemkab) melalui Layanan Makanan dan Perikanan (Dispakan) mendistribusikan bantuan makanan dalam bentuk beras, gula pasir dan minyak goreng, ke tujuh Kabupaten di Kabupaten Bandung, Jawa Barat, yang menjadi sasaran Partial Skala Besar Sosial Pembatasan (PSBB).

Kepala Dispakan (Kadispakan) Kabupaten Bandung, H. Dadang Hermawan mengatakan, sebanyak 83.650 kilogram beras, 16.730 kilogram gula pasir dan 16.730 liter minyak goreng akan didistribusikan ke 8.365 keluarga (KK).

"Bantuan tersebut akan diterima oleh sejumlah 8.365 keluarga di 7 kabupaten, yang datanya telah diverifikasi oleh Dinas Sosial (Dinas Sosial)," kata Kadispakan di kantornya di Soreang, Kabupaten Bandung, Kamis (23/4/2020) ).

Setiap KK, kata Dadang, akan menerima paket bantuan berupa 10 kilogram beras, 2 kilogram gula, dan 2 liter minyak goreng untuk memenuhi kebutuhan selama sebulan.

Setiap hari, partainya menerima data dari Urusan Sosial untuk kabupaten lain secara bertahap. Adapun keamanan selama distribusi, juga terlibat menjaga Satpol PP.

"April ini, Insya Allah, semua distrik akan didistribusikan. Yang jelas adalah data yang kami terima sepenuhnya diverifikasi." Hari ini kami menerima data untuk tiga kecamatan, kami langsung mengirim barang ke gudang dan dari gudang langsung didistribusikan ke kecamatan yang dimaksud, "jelasnya.

Dalam situasi saat ini penyebaran wabah covid-19, lanjutnya, ada bantuan makanan yang bersumber dari Pemerintah Pusat dan Provinsi. Sementara Pemerintah Kabupaten menampung bantuan di luar data pusat dan provinsi.

"Jangan sampai ada warga yang mendapat bantuan dari lebih dari satu sumber, dan menimbulkan kecemburuan bagi mereka yang lebih berhak," katanya.

Dia mengajukan proposal untuk distribusi bantuan selama dua bulan, yaitu April dan Mei menurut periode tanggap darurat co-19 di Kabupaten Bandung. Namun, rencana distribusi sudah disiapkan hingga Oktober mendatang. Menurutnya, ini sudah diantisipasi, jika perkembangan dampak epidemi belum membaik. ***

__Terbit pada
23 April 2020

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *