Para Korban Kecewa Penundaan Sesi Diberitahu Melalui WA

Para

* Terdakwa atas kasus penipuan tanah, Mardani. (Foto: Istimewa)

Jakarta, Viralmedia.Fun – Pengadilan Negeri Jakarta Timur menunda persidangan kasus dugaan penipuan dengan terdakwa Mardani, yang dijadwalkan Kamis (23/4/2020).

Dalam melacak Sistem Informasi Pencarian Kasus (SIPP) Pengadilan Negeri Jakarta Timur persidangan akan diadakan kembali pada hari Kamis 30 April 2020.

Maman Suherman sebagai korban mempertimbangkan penundaan persidangan tanpa alasan jelas untuk merasa kecewa karena tidak ada pemberitahuan resmi yang diberikan kepadanya dalam persidangan kasus penipuan tanah yang merugikan partainya.

"Saya kecewa karena persidangan ini telah ditunda dan tidak ada pemberitahuan resmi kepada saya sejak persidangan pertama, sampai sekarang, hanya tahu persidangan," kata Maman.

Selain itu, notifikasi penundaan sidang kasus ini Maman diklaim akan diberitahukan melalui pesan teks WhatsApp (WA).

"Melalui pesan WA, lebih buruk lagi pada hari Kamis persidangan dikirim surat panggilan pada hari Rabu, ya diberikan satu hari," jelasnya.

Maman mengungkapkan, kasus ini dimulai Mardani menilep 64 juta uangnya dengan mode jual beli tanah. Maman jadi bisa terkecoh saat mencari tanah kosong untuk dibeli. Setelah disurvei, 6 hektar lahan kosong ditemukan di daerah Cakung, Jakarta Timur.

Setelah mengetahui bahwa tanah itu milik Mardani, Maman bernegosiasi sampai Mardani meminta sejumlah Rp.100 juta dengan dalih perlunya melihat dokumen sebelum transaksi jual beli.

Setelah korban setuju, tetapi untuk melakukan pembayaran akan diberikan secara bertahap. Alasan dia khawatir jika setelah dibayar lunas Mardani menipu dia.

Menurut Maman, penyelidik Mardani mengaku bekerja untuk Tabaluyan yang memiliki PT Salve Veritate, PT Sigma Dharma Utama.

"Kasus kasus mafia tanah yang langsung disoroti oleh Presiden Jokowi, pasal itu menganiaya rakyat kecil dan harus dibersihkan," pungkasnya.

Sementara itu, Jaksa Yoklina mengakui, persidangan dibatalkan karena ia menerima informasi dari penyidik ​​bahwa korban dalam kasus ini sedang sakit.

"Saya mendapat informasi dari penyidik ​​bahwa korban tidak bisa datang karena sakit. Jadi saya menundanya," katanya kepada obsessionnews.com, Sabtu (25/4).

Selain itu, Yoklina mengaku mengalami kesulitan dalam mengirimkan undangan persidangan kepada para korban. Dia berargumen nomor telepon korban tidak bisa dihubungi.

"Sudah seminggu saya mencoba menelepon tetapi nomor yang ada pada saya tidak aktif," katanya.

Seperti diketahui, dalam kasus ini, Mardani dengan nomor kasus 387 / Pid.B / 2020 / PN.Jkt.Tim didakwa oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Yoklina Sitepu karena dalam dakwaan pertama tindakan terdakwa diatur. dan diancam dengan hukuman pidana dalam Pasal 378 KUHP serta dalam dakwaan kedua terdakwa diancam dengan kejahatan dalam Pasal 372 KUHP. (POY)

__Terbit pada
25 April 2020

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *