Pada Mei, Operasi "Penerbangan Pembebasan" di Zona Merah

title=28-

JAKARTA, Viralmedia.Fun; MENGIKUTI Peraturan Menteri Perhubungan Republik Indonesia Nomor PM 25 Tahun 2020 tentang Pengendalian Transportasi selama masa mudik Idul Fitri tahun 1441 Hijriah untuk mencegah penyebaran Penyakit Virus Corona 2019 (COVID-19), sebuah angka operator transportasi udara menerima izin khusus untuk beroperasi penerbangan pembebasan di zona merah. Dengan memenuhi protokol penanganan COVID-19 dengan melengkapi dokumen yang diperlukan oleh penumpang, sebagai berikut:

Isi Deklarasi sebelum melakukan penerbangan dengan rute PSBB atau Zona merah. Lampirkan Travel Certificate dari Perusahaan / Agen sebagai endorser yang isinya menjelaskan bahwa calon penumpang tidak bepergian untuk pulang. COVID-19 sertifikat kesehatan gratis dari rumah sakit setempat yang menyatakan bahwa calon penumpang telah melakukan pemeriksaan COVID-19 menggunakan metode ini Tes Cepat / Tes PCR / Swab dengan hasil negatif untuk jangka waktu maksimum 7 hari setelah hasil tes keluar. Isi tanda atau kartu kesehatan Formulir Kartu Tanda Kesehatan (HAC) yang bisa dilakukan dengan cara offline dan on line. Aplikasi e-HAC dapat diunduh melalui PlayStore di perangkat Android mulai 1 Mei 2020.

The Lion Group dalam email
untuk business tourism.co.id,
menyebutkan rute penerbangan pembebasan domestik dengan
penjadwalan mulai 3 Mei 2020, untuk
melayani pebisnis yang tidak berurutan
pulang, serta tujuan operasional transportasi kargo. Layanan dibuka untuk
pemimpin lembaga negara Republik atau tamu negara; operasi kedutaan;
Konsulat Jenderal; konsulat asing; perwakilan organisasi internasional yang
memiliki posisi di Indonesia; penegakan hukum, ketertiban dan operasi operasional
layanan darurat; layanan penerbangan khusus (pemulangan) untuk repatriasi warga negara Indonesia (WNI) atau warga negara
negara asing (orang asing) dan lainnya dengan izin Direktur Jenderal Penerbangan Sipil.

Rencana operasional Lion Air Group, melayani rute penerbangan domestik termasuk kota atau tujuan dengan status Pembatasan Sosial Skala Besar (PSBB) dan area dengan transmisi lokal atau area yang terkena dampak (zona merah).

Lion Air Group memfasilitasi untuk
semua calon penumpang yang akan membeli tiket sesuai dengan ketentuan yang berlaku
melalui kantor penjualan tiket Lion Air Group di semua kota di Indonesia.

Sebelum
penerbangan, Lion Air Group bekerja sama dan berkoordinasi dengan petugas servis
tanah (penanganan di darat), petugas keamanan (keamanan penerbangan) dan
pihak lain untuk memastikan bahwa awak pesawat dan semua tamu memiliki
mengikuti rekomendasi protokol kesehatan, yang termasuk memeriksa suhu tubuh,
cuci tangan, bersihkan tangan dengan cairan (pensanitasi tangan) dan
penggunaan topeng yang tepat.

Sebagai langkah antisipasi utama
Mengenai dampak wabah COVID-19, Lion Air Group telah mengalami dan meningkatkan fase kerja
sterilisasi, disinfektan (disinfektan) pesawat yang termasuk membersihkan tubuh
pesawat, penggantian filter udara kabin, kebersihan kabin, dan kokpit
kompartemen kargo.

Dalam implementasi pembebasan
penerbangan
Lion Air akan mengoperasikan armada Boeing
737-900ER (kelas ekonomi 215), Boeing 737-800NG (kelas ekonomi 189), Airbus 330-300CEO (kelas ekonomi 440) dan
Airbus 330-900NEO (436 kelas ekonomi).

Wings Air beroperasi dengan ATR
72-500 dan ATR 72-600 untuk meningkatkan pengalaman pesawat tipe terbang
baling-baling (baling-baling). Armada ini memiliki 72 konfigurasi kursi kelas
ekonomi (tata letak 2-2).

Batik Air menyediakan armada Airbus
320-200CEO dan Airbus 320-200NEO (12 kelas bisnis dan 144 kelas ekonomi),
Boeing 737-800NG (12 kelas bisnis dan 158 kelas ekonomi) dan Boeing 737-900ER
(12 kelas bisnis dan 144 kelas ekonomi). Pesawat ini menawarkan kapasitas 12
kursi kelas bisnis dan 144 kelas ekonomi.

Untuk
kejelasan rute layanan penerbangan khusus yang diminta oleh konsumen untuk dihubungi
operator penerbangan yang bersangkutan.

__Terbit pada
28 April 2020

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *