Orang yang Berpuasa Dapat Menjadi Kebahagiaan di Dunia dan Akhirat

Orang

* Ilustrasi warga Jakarta berburu berbagai menu untuk berbuka puasa. (Foto: Edwin B / Obsessionnews)

Viralmedia.FunRamadhan menghadirkan banyak cinta dari Tuhan Zza azza wa jalla. Sekalipun cinta yang begitu melimpah, Tuhan memberikan ganjaran tak terbatas bagi para hamba-Nya yang cepat.

Baca juga:

Bebas dari Tahanan KPK, Romahurmuziy: Alhamdulillah Berkat Ramadhan

Swiss-Belhotel International Meluncurkan Paket Spesial Ramadhan

Di Siang Hari Masih Ada Makanan Tersisa di Mulut, Apakah Kita Berbuka Puasa?

Paket Hotel Ara Hotel Gading Serpong & # 8216; Tetap Lebih Lama, Lebih Hemat & # 8217; di Bulan Puasa

Dikutip obsessionnews.com dari muslimobsession.com dalam sebuah Hadits Qudsi menyatakan, "Allah Zza azza wa jalla berkata (yang berarti), "Setiap latihan adalah sebagai kafarohSaya membayar uang tebusan kecuali untuk praktik puasa. Praktek puasa bagi saya. Saya sendiri akan membalas "," (HR. Ahmad).

Dalam hadits lain, ada informasi bahwa seseorang yang berpuasa akan mendapatkan dua kebahagiaan.

"Setiap perbuatan baik yang dilakukan oleh manusia akan dikalikan dengan sepuluh hal baik seperti hingga tujuh ratus kali. Allah Ta'ala mengatakan (yang artinya)," Kecuali untuk praktik puasa. Praktek puasa bagi saya. Saya akan merespons secara pribadi. Karena dia telah meninggalkan nafsu dan makanan karena aku. Bagi orang yang berpuasa akan mendapatkan dua kebahagiaan, kebahagiaan saat mereka berbuka puasa dan kebahagiaan saat mereka bertemu Rabb mereka. Ini benar-benar bau mulut orang yang berpuasa yang lebih harum di hadapan Allah daripada bau minyak jarak "," (HR. Muslim).

Dari hadits di atas kita dapat mengetahui bahwa Allah berjanji untuk memberikan kebahagiaan kepada hati orang-orang yang melaksanakannya, yaitu kebahagiaan yang terpenuhi di dunia ini dan di akhirat.

Di dunia, orang yang berpuasa akan dibebaskan 'beban' ketika dia berbuka puasa. Beban ketika ia menahan semua nafsu keinginannya meskipun halal, seperti makan dan minum. Ini tentu sangat manusiawi, mengingat makan dan minum adalah kebutuhan utama manusia dalam kehidupan mereka.

Kebahagiaan di akhirat, ketika orang yang berpuasa dijanjikan untuk bertemu Tuhan Zza azza wa jalla. Ini adalah hadiah tertinggi bagi mereka yang selalu memantapkan hati mereka untuk beribadah dengan tulus.

Namun, puasa berbeda dari ibadah lainnya. Inilah yang membuatnya menjadi ibadah yang istimewa, sehingga Tuhan sendiri memberikan ganjaran kepada pelaku.

Puasa hanya diketahui oleh Allah dan hamba puasa. Puasa adalah ibadah yang terlihat, sehingga seseorang dapat mengklaim puasa padahal sebenarnya tidak. Tentunya berbeda dengan doa sehingga setiap orang dapat melihat gerakannya.

Jadi sudah sepatutnya bagi orang yang berpuasa untuk mendapatkan kebahagiaan yang sangat besar, yang diberi kesempatan untuk bertemu dengan Tuhan Zza azza wa jalla di surga-Nya. Semoga kita menjadi salah satunya. Aamiin

Allah tahu yang terbaik. (Fath)

__Terbit pada
30 April 2020

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *