Olympique Lyonnais Akan Menuntut Keputusan untuk Mengakhiri Kompetisi Ligue 1 2019/20

Pandemi Covid-19 terus berdampak besar pada aspek kehidupan di berbagai negara. Sepak bola tidak luput dari dampak virus ini dan terus mendapatkan sorotan terkait keberlanjutan kompetisi di berbagai negara. Prancis menjadi salah satu negara yang terpaksa menghentikan musim 2019/20 dengan jumlah pertandingan yang tersisa.

Keputusan itu diambil setelah pemerintah Perancis menetapkan kebijakan yang menyatakan bahwa kegiatan olahraga profesional tanpa penonton hanya dapat dilakukan setidaknya pada bulan Agustus, sementara kegiatan dengan penonton dapat dilakukan sebulan kemudian. Kompetisi Ligue 1 dan Ligue 2 dipastikan berakhir sesuai dengan klasemen terakhir sebelum kompetisi dihentikan.

Ini mengundang reaksi negatif dari beberapa klub. Amiens sebagai salah satu klub terdegradasi mengkonfirmasi niat untuk mengajukan gugatan. Langkah serupa diambil oleh salah satu klub terbesar dalam sejarah sepakbola Prancis, Olympique Lyonnais, yang berada di urutan ketujuh dan tidak dapat memasuki kompetisi Eropa pada musim 2020/21.

"Keputusan pemerintah tidak mengesampingkan kemungkinan melanjutkan kompetisi Ligue 1 dan Ligue 2 jika kompetisi memungkinkan, dan kemungkinan itu dapat terjadi pada bulan Agustus. Lyon kemudian mengajukan proposal untuk mengadakan serangkaian pertandingan selama tiga minggu yang "Juga bisa menarik minat penyiaran. Mengenai keputusan yang diambil sekarang, Lyon memutuskan untuk mengajukan banding dan menuntut kompensasi," kata pernyataan yang dikutip dari situs resmi Lyon.

Lyon membuat argumen tentang hilangnya kesempatan mereka untuk masuk ke liga utama Ligue 1, dan kerugian finansial yang diakibatkan oleh hilangnya peluang itu. Namun, mereka juga memberi selamat kepada Paris Saint-Germain yang memenangkan gelar Ligue 1 dan Lorient yang memenangkan gelar Ligue 2.

__Terbit pada
1 Mei 2020
__Kategori
Berita, Olahraga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *