Najwa Shihab Meminta Nilai Kinerja Menteri Paling Terawan, Jawaban Presiden Jokowi Melampaui Tuduhan

Viralmedia.Fun – Warga sibuk mendiskusikan minggu ini, bertemu Najwa Shihab dengan Presiden Jokowi di Istana Merdeka, pada 21 April 2020. Sesi wawancara Najwa Shihab dan Presiden Jokowi kali ini membahas penanganan wabah Corona Covid-19 di negara.

Dalam sebuah sesi, Najwa Shihab mengutip Jusuf Kalla mengatakan bahwa pemerintah tampaknya lambat dalam menangani wabah. Belum lagi, pernyataan Menteri Kesehatan Republik Indonesia, Terawan Agus Putranto, ketika wabah dimulai, yang sepertinya mudah.

Mengutip kata-kata Terawan, Najwa Shihab berkata, "Pilek ini akan sembuh sendiri. Jadi ada kesan bahwa ini bukan masalah serius. Apakah kesan itu benar?"

Tidak mau grusa-grusu
Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto memberikan pernyataan setelah mengunjungi dua pasien positif yang terinfeksi Corona di RSPI Prof. DR. Saroso, Sunter, Jakarta, Senin (2/3/2020). Kedua pasien adalah ibu (64) dan anak-anak (31), sekarang mereka dirawat di ruang khusus. (merdeka.com/Iqbal S. Nugroho)
Mendengar pernyataan Najwa Shihab, Presiden Jokowi tidak tinggal diam. "Virus berbahaya ini sangat berbahaya tetapi dapat dicegah dan dihindari. Tetapi kami tidak ingin membuat kebijakan dengan cara bahwa dendam publik dinilai oleh masyarakat menjadi lambat di sana," jawab Jokowi.

Dalam wawancara rekaman yang diunggah di saluran YouTube Mata Najwa, Kamis (23/4/2020) siang, Jokowi menyesalkan bahwa upaya pemerintah dalam membuat ketenangan publik tidak dilihat sebagai keputusan.

Jauh dari Kata-kata Memuaskan


"Kemudian pada awalnya laboratorium Departemen Kesehatan ragu untuk pengujian PCR, tepat di awal. Meskipun kami sudah mencoba bolak-balik. Banyak ahli mengatakan itu tidak layak untuk melakukan pengujian PCR. Don & # 39; "Jangan seperti itu," Jokowi menyesal.

Nyaris tanpa jeda, Najwa Shihab mengajukan pertanyaan yang mencolok kepada RI-1. Najwa Shihab mengatakan, banyak yang menginginkan Terawan mengundurkan diri karena penampilannya jauh dari memuaskan.

Setiap Keputusan, Ada Risiko

"Intinya, Tuan Jokowi, bagaimana Anda menilai kinerja Menteri Kesehatan?" tanya presenter kelahiran Makassar, Sulawesi Selatan, 16 September 1977. Dia menekankan, "Penilaian berbeda-beda. Apa yang ingin saya tanyakan, penilaian Bapak Presiden terhadap rakyatnya."

Jawaban Jokowi tidak terduga. "Tidak ada yang sempurna di dunia ini, tidak ada yang sempurna. Jadi jika seseorang berkata, ada orang yang kecewa itu wajar. Tentu saja, setiap pekerjaan mengevaluasi, setiap keputusan membawa risiko," bantahnya.

Bekerja sangat keras

Jokowi mengingatkan bahwa apa yang ditangani oleh Menteri Kesehatan Republik Indonesia bukan hanya wabah Corona Covid-19. "Apa yang ditangani Menteri Kesehatan bukan hanya urusan Covid. Ada juga yang lain, seperti demam berdarah, yang juga sibuk di beberapa provinsi," kata Jokowi, panjang.

Urusan wabah Corona, ditangani oleh Satuan Tugas Percepatan Penyakit Virus Corona 2019 yang dikepalai oleh Doni Monardo. "Dan saya melihat dokter Terawan telah bekerja sangat keras," Jokowi menyimpulkan. (Liputan6.com)

__Terbit pada
24 April 2020

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *