MUI vs Covid-19 | Viralmedia.Fun

Oleh: Ahmad Fatoni (Tim Media Satgas MUI)

Cepat dan responsif. Itulah yang dilakukan Majelis Ulama Indonesia (MUI) dalam menanggapi penyebaran co-19 di Indonesia. Bersinergi dengan Satuan Tugas Covid-19 yang diperintahkan oleh BNPB dan juga pemerintah daerah, MUI ikut serta sejak awal. Terutama menyangkut masalah agama.

Pada 19 Maret MUI mengeluarkan fatwa nomor 14/2020 terkait dengan sholat Jum'at dan sholat di tengah pandemi covid-19. Langkah ini diambil untuk membantu pemerintah dalam program sosial dan jarak fisik.

MUI memberikan dasar hukum untuk syariah terkait dengan sholat di rumah, sholat di rumah, bagi orang-orang yang berisiko penularan bersama di wilayah tersebut sudah sangat berbahaya.

Dalam perkembangannya, penyebaran covid-19 tidak hanya berdampak pada aspek kesehatan dengan angka kematian yang cukup tinggi, tetapi juga berdampak sosial dan ekonomi. PHK dan hilangnya peluang bisnis karena co-19 menimbulkan masalah sendiri. Jika tidak ditangani dengan benar, itu dapat menyebabkan kekacauan sosial. Sementara kemampuan pemerintah untuk mengatasi dampak ekonomi ini sangat terbatas. Gejolak potensial ini ditakuti bersama.

Situasi ini mengetuk semua elemen bangsa untuk terlibat. MUI dengan kemampuan jaringan yang luas, terutama dengan lembaga pemerintah, LSM dan organisasi massa Islam, merasa memiliki potensi untuk terlibat lebih dari sekadar mengeluarkan fatwa. MUI dapat mengambil peran dalam memberikan informasi, melakukan pendidikan, dan bahkan memobilisasi dan memobilisasi sebanyak mungkin elemen bangsa untuk terlibat.

MUI memiliki struktur hingga tingkat kabupaten. Jaringan struktural ini dapat dioptimalkan untuk membantu orang ke tingkat terendah dalam mengatasi pandemi co-19.

Besarnya kebutuhan untuk berurusan dengan Covid-19 dan potensi besar yang dimiliki oleh MUI, baik secara struktural maupun jaringan sosial, mendorong MUI untuk lebih terlibat lagi. Latar belakang inilah yang mendorong MUI untuk membentuk Satuan Tugas MUI Covid-19. Gugus Tugas yang dipimpin oleh Dr. K. H. Zaitun Rasmin bekerja untuk menangani penyebaran co-19 dan semua dampak sosial-ekonominya.

Covid-19 MUI Task Force membuka call center. Call Center ini menjadi media komunikasi MUI dengan komunitas. Melalui call center ini MUI mengundang orang untuk berbagi informasi, berbagi energi, dan berkolaborasi dalam menangani co-19.

Covid-19 bukan hanya masalah dan tanggung jawab pemerintah. Covid-19 adalah pekerjaan rumah dan tanggung jawab kami. Masalah dan tanggung jawab anak-anak bangsa. Bersama dengan orang-orang, Gugus Tugas MUI akan menghadapi co-19 sampai akhir.

Jakarta, 15/4/2020

__Terbit pada
15 April 2020

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *