MUI Disebutkan Meski Puasa Pandona Corona Ramadhan Tidak Bisa Digantikan Fidiah. Ini alasannya


Viralmedia.Fun – Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengatakan situasi pandemi virus Corona (COVID-19) tidak dapat digunakan sebagai alasan untuk tidak melakukan puasa Ramadhan. MUI menekankan bahwa puasa tidak dapat digantikan dengan membayar fidiah jika masih dalam kondisi sehat.

"Jadi tidak mungkin karena pandemi COVID-19 maka puasa Ramadhan digantikan dengan pembayaran fidiah," kata juru bicara Satgas Tugas MUI COVID-19 Cholil Nafis melalui pernyataan tertulisnya, Rabu (22/4/2020).


Cholil mengatakan bahwa menjalankan puasa Ramadhan adalah wajib meskipun virus Corona adalah epidemi. Dia mengingatkan dampak positif puasa bagi tubuh.

"Pandemi COVID-19 tidak memiliki hambatan untuk beribadah. Biarkan puasa karena puasa itu sehat," kata Cholil.

Cholil menegaskan MUI belum pernah menerima permintaan fatwa terkait pembayaran fidiah untuk menggantikan puasa selama wabah Corona. Dia menekankan bahwa MUI tidak akan mengeluarkan fatwa terkait masalah ini.

"Sebenarnya, MUI tidak pernah menerima pertanyaan resmi atau permintaan fatwa dari mana pun untuk menetapkan hukum fiiyah menggantikan kewajiban puasa Ramadhan karena wabah pandemi COVID-19," jelas Cholil.


"Dan, jika seseorang bertanya saya yakin MUI tidak akan mempelajarinya apalagi mengeluarkan fatwa," tambahnya.

Dia menjelaskan bahwa penerbitan fatwa oleh Majelis Ulama Indonesia harus didasarkan pada Al-Qur'an; Cholil mengatakan bahwa mengeluarkan fatwa tidak bisa berdasarkan pesanan.

"Fatwa dikeluarkan karena ada orang yang meminta fatwa dan dasar untuk keputusan fatwa adalah argumen dari Al-Qur'an dan hadis. Jadi keputusan fatwa tidak dapat dipesan seperti toko online tetapi keputusan fatwa sesuai dengan hukum Islam nilai dan prinsip, "jelasnya. (Detikcom / artikelasli)

__Terbit pada
22 April 2020

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *