Minyak Dunia Turun, Mengapa Harga BBM Tidak Turun?

Minyak

* Yusri Usman

Jakarta, Viralmedia.Fun – Saat ini, harga minyak dunia anjlok. Negara-negara di dunia juga mengurangi harga minyak bumi. Pemerintah didesak oleh beberapa orang untuk mengurangi harga bahan bakar minyak (BBM) di tengah fluktuasi harga minyak mentah dunia dan penyakit pandemi virus korona 19 (Covid-19).

Terkait hal ini, Direktur Eksekutif Pusat Energi dan Sumber Daya Indonesia (CERI) Yusri Usman meminta Pertamina untuk segera menurunkan harga BBM. Dia mempertanyakan mengapa Pertamina belum menurunkan harga bahan bakar?

Bahkan, jelasnya, menurut Perpres 191 tahun 2014 yang diubah menjadi Perpres 34 tahun 2018 yang ditandatangani oleh Presiden Jokowi dan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 39 tahun 2014 yang diubah oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 34 tahun 2018 dan Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 62 k / 12 / MEM / 2020 tanggal 27 Februari 2020 tentang Formula Harga Dasar dalam Menghitung Harga Jual Eceran Jenis Bahan Bakar Umum Jenis Bensin dan Solar yang dijual di pompa bensin mengatakan sebagai berikut:

Margin Bisnis (Pertamina, Shell, Vivo, AKR, BP dan Petronas) adalah maksimum 10% dari harga dasar minyak (rata-rata MOPS / Argus dari 25 Februari hingga 24 Maret 2020 dan rata-rata nilai tukar MOPS / rupiah terhadap dolar AS) dibagi dengan 159 = Rp …… per liter + Rp 1800 + 10% dari harga dasar untuk bensin di bawah RON 95 dan Solar CN 48.

Pel + Rp. 2000 / liter + 10% margin dari harga dasar untuk Ron 95 Gasoline dan Solar CN 51 ke atas.

"Pada 31 Maret 2020, Badan Usaha harus mengeluarkan harga bahan bakar terbaru sesuai dengan perkembangan harga minyak dunia. Sehingga mengumpulkan keuntungan lebih dari 10% dari harga dasar bahan bakar adalah melanggar undang-undang dan peraturan yang berlaku di Republik Indonesia, "kritik Yusri Usman di Jakarta, Sabtu (18/4/2020).

Selain itu, lanjutnya, mengambil hak orang secara tidak adil terutama ketika paranoid Covid-19 (virus Corona) adalah tindakan biadab oleh entitas bisnis. "Karena tidak ada payung hukum yang dapat membenarkan Pertamina atau badan usaha lainnya dapat mengambil di luar hak-hak mereka dan menahan mereka dan berbagi dalam bentuk apa pun kelebihan biaya dari masyarakat. Jika ada yang tahu dasar hukumnya, silakan buka untuk umum sehingga kami dapat memahaminya, "kata Direktur CERI. (Merah)

__Terbit pada
18 April 2020

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *