Meutya Hafid: Perusahaan Pers Layak Dampak Intensif dari Corona

Politisi Partai Golkar menganggap memanggil pekerja pers sebagai bagian dari garis depan melawan korona. Mereka memberikan informasi yang valid dan akurat di tengah gelombang saat ini.


Viralmedia.Fun | JAKARTA- Ketua Komisi I DPR Meutya Hafid meminta agar perusahaan pers intensif selama wabah virus korona (Covid-19). Perusahaan pers dapat dimasukkan dalam kategori industri yang mendapatkan insentif dalam bentuk relaksasi pajak.

"Pandemi Covid-19 menyebabkan krisis di berbagai bidang dan tidak luput dari industri pers. Faktanya, seperti yang kita ketahui bahwa kehadiran pers saat ini sebenarnya penting untuk penyebaran informasi yang baik," kata Meutya Hafid dalam pernyataan tertulisnya , di Jakarta, Minggu (12/4/2020).

Politisi Partai Golkar menganggap memanggil pekerja pers sebagai bagian dari garis depan melawan korona. Mereka memberikan informasi yang valid dan akurat di tengah gelombang saat ini.

Menurut Meutya Hafid, ada sejumlah poin yang dihasilkan dari komunikasi antara DPR dan Dewan Pers, yang dapat membantu perusahaan pers saat ini termasuk; penghapusan kewajiban untuk membayar Pph 21, 22, 23 25 selama tahun 2020, penangguhan pembayaran denda pajak terhutang sebelum tahun 2020.

"Selain itu, ada juga keberpihakan dengan memberikan diseminasi program dan alokasi kinerja pemerintah untuk perusahaan yang terdaftar di Dewan Pers," kata Meutya, seperti dilansir Vivews.

Meutya Hafid juga meminta pemerintah untuk memberikan insentif kepada perusahaan pers untuk memastikan kelangsungan hidup perusahaan pers yang kredibel di saat krisis.

Editor: Maji

__Terbit pada
12 April 2020

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *