Meski PSBB, Masih Banyak Piknik Warga Jakarta ke Puncak Cianjur

Pembatasan Sosial Skala Besar (PSBB) tidak menyurutkan warga Jakarta dan turis asing dari Timur Tengah untuk bepergian dan tinggal sementara di daerah Puncak, Cipanas, Cianjur, Jawa Barat.


| CIANJUR– Mengantisipasi lonjakan dalam kasus penyebaran virus korona di wilayah Cianjur, petugas dari Satuan Tugas Covid-19 di Kabupaten Cianjur juga memperketat akses kendaraan dari Jakarta dan Bogor di daerah Segar Alam, Puncak, Cipanas.

Berdasarkan pemantauan, setiap kendaraan yang memasuki area Cianjur diarahkan untuk memasuki area istirahat dan menyemprotkan desinfektan. Sedangkan pengemudi dan penumpang diharuskan memakai masker dan memeriksa suhu tubuh mereka oleh petugas kesehatan setempat.

Seorang warga Jakarta, mengaku datang ke Cianjur untuk berwisata di Kebun Raya Cibodas dan Kota Bunga Kota. Bahkan, sejak bulan lalu, semua tujuan wisata di Cianjur telah ditutup karena wabah Corona.

"Mau ke Cibodas Pak, travel," kata seorang lelaki yang membawa keluarganya dari Jakarta, ketika ditanya petugas, Minggu (12/4/2020).

Selain turis Jakarta, ada juga turis Timur Tengah dari Bogor yang juga ingin berwisata ke Cianjur. Mereka dibawa oleh pemandu di Bogor. "Dari Bogor, Pak, pergi ke Cianjur adalah tur yang sama mencari makanan," kata pemandu wisata Timur Tengah.

Petugas juga memberi tahu warga di luar kota, terutama dari Jakarta dan wisatawan Timur Tengah yang ingin masuk untuk kembali ke daerah mereka. Apalagi Jakarta adalah zona merah dan saat ini menjalankan PSBB.

Penjabat Bupati Cianjur, Herman Suherman, mengatakan bahwa dia menyesal bahwa banyak warga Jakarta bahkan telah memasuki Cianjur untuk tur di tengah wabah Corona.

Herman mengakui bahwa dia telah menginstruksikan tim untuk memperketat cek di perbatasan, terutama melalui rute Puncak.

"Kendaraan di luar kota tidak bisa masuk, apalagi hanya bepergian. Kami akan memperketatnya lagi sehingga Cianjur akan tetap menjadi zona hijau dan meminimalkan penyebaran Covid-19. Kami berharap warga di luar kota dapat memahami dan terus melaksanakan rekomendasi pemerintah untuk tetap di rumah, terutama yang berada di zona merah dan mereka yang telah menerapkan PSBB, "kata Herman. ***

Editor: denkur

__Terbit pada
12 April 2020

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *