Merek Lokal Kaum Muda Indonesia yang Sukses di Seluruh Dunia – Berita Luar Negeri

title=large-cottonink2-marketing-co-id-f223355742b8fb80a0ba2acb7d949985/

Indonesia memiliki banyak anak muda yang menginspirasi yang menyalurkan kreativitas mereka dengan berbagai karya. Salah satu caranya adalah dengan membangun merek fashion.

Berikut ini adalah daftar merek fashion karya lokal anak muda Indonesia yang telah berhasil menembus pasar internasional dari youngontop.com.

Bahkan, pada tahun 2013 Cotton Ink berpartisipasi dalam acara Pekan Desainer di Singapura. Produk yang dijual oleh merek yang telah berkolaborasi dengan beberapa seniman di Indonesia, seperti Raisa, Isyana Sarasvati dan Dian Sastrowardoyo, termasuk pakaian, syal, dan aksesoris.

Republik Pria

Merek
Foto Men Republics: Instagram @mensrepublicid

Yasa Singgih adalah seorang pemuda dari Indonesia yang berada di belakang kesuksesan merek fashion ini. Gagasan awal Yasa untuk menemukan Men's Republic sangat menginspirasi. Yasa, yang duduk di bangku SMP, tidak mau membebani orang tuanya, karena pada saat itu kondisi ayahnya jatuh sakit.

Singkat cerita, Yasa mencoba apa saja untuk bekerja sampai akhirnya ia memasuki industri mode. Meskipun ia bangkrut, Yasa mampu bangkit dengan memperbaiki kesalahannya sebelumnya sampai sekarang kerja kerasnya mampu membawa Republik Men ke pasar internasional.

Sepatu Amble

Merek
Amble Footwear l Foto: Instagram @ amble.id

Siapa yang mengira itu merek sepatu yang berhasil menembus pasar internasional dimulai dengan tren sang pemilik, Agit Bambang yang mendesain dan menjual sepatu kulitnya di Kaskus. Tanpa diduga, isengnya disambut positif karena sepatu kerjanya terjual dalam waktu tiga hari.

Merek sepatu yang didirikan pada Oktober 2019 bersama tagline "Made with Proud in Indonesia" sudah dikenal di beberapa negara, seperti Malaysia, Singapura dan beberapa negara Eropa.

Matoa

Merek
Foto Matoa l: Instagram @matoa_id

Matoa, merek arloji yang didirikan oleh Lucky Dana Aria, dikenal karena keunikannya, yang menggunakan bahan baku dari kayu. Rupanya, ide ini berawal dari pemilik yang melihat peluang jam tangan dengan bahan baku kayu sangat populer di luar negeri.

Namun, belum ada yang menjualnya di Indonesia. Terbukti, Matoa, yang menggunakan limbah kayu sebagai bahan produksinya, telah berhasil menembus pasar Jepang dan AS karena kualitasnya yang sangat baik.

__Terbit pada
20 April 2020

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *