Meminta Bantuan dan Perlindungan dari Tuhan | Viralmedia.Fun

Oleh: Muhtadin Sahrostani

Dalam Al-Quran Surah Al-Baqarah ayat 45 dan 153 Allah telah menyatakan, "Wahai orang-orang yang beriman, mintalah bantuan kepada Allah dengan doa dan doa. Sesungguhnya Allah beserta Pasien".

Baik dengan Nabi Musa ‘Damai sejahtera besertamu, seperti yang dijelaskan dalam Surah Al-Araf ayat 128 dia diperintahkan oleh Allah untuk meminta umatnya untuk meminta bantuan kepada Allah dengan kesabaran dan doa.

Tiga ayat yang disebutkan di atas dicatat dalam Alkitab dan bukan kata-kata indah seperti puisi atau puisi, tetapi Kalam adalah Tuhan yang paling suci dan maha kuasa. Dalam Tiga ayat yang dicatat dalam dua surat Alquran, kita umat Islam yang tahu bahwa nama Allah ada dan ditulis dalam Alquran yaitu Allah sebagai "Rabbul Alamin" dan "Rabi Naasi", Allah sebagai "Maliki Yaumidin" dan "Malikin Naasi" Dan Tuhan sebagai "Na Na" budu "dan" Naasi Ilahi "tidak memberi tahu kita untuk mencarinya di Masjid, di Mushala, di Majlis Ta, lim, di mimbar Jumat Dan seterusnya.

Tetapi Allah hanya memberitahu kita untuk meminta bantuan dari-Nya dalam dua cara, yaitu kesabaran dan doa jika kita benar-benar membutuhkan bantuan-Nya. Sabar adalah sikap tegas dengan tujuan yang harus dicapai dan tabah terhadap segala rintangan yang menghalangi kita ketika kita melakukan shalat sebagai media untuk meminta bantuan dari Tuhan.

Dan jika kita bersabar di hadapan Allah, maka itu berarti kita bersama Allah. Tetapi semua itu kembali kepada kita karena hidup adalah pilihan. Apalagi sekarang ada banyak pilihan. Ingin hidup dengan calo politik atau penjual agama, provokator, pengejek dan pembenci dan divisi, atau ingin hidup dengan orang-orang yang dikondisikan seolah-olah pro atau kontra dari kebijakan pemerintah, terus maju karena mereka semua adalah pilihan.

Doa adalah ritual dan ibadah yang sebenarnya yang tidak dapat dilakukan oleh siapa pun kecuali mereka yang ingin berdoa telah memenuhi tiga persyaratan, yaitu tubuh suci, pakaian suci, dan tempat suci. Ini berarti bahwa siapa pun yang melakukan sholat dengan cara ritual, tubuh, pakaian, dan tempatnya harus bersih dan bersih dari kenajisan dan najis.

Karena dengan doa kita menghadapi Tuhan Yang Maha Suci, yaitu Allah yang Maha Besar, yang kita sebut dengan nama dan kalimat yang sama yaitu "Allahu Akbar" ketika kita mulai berdoa. Dan di akhir doa kami menutupnya dengan kata-kata "Assalamu & # 39; alakum" sambil melihat ke kanan dan kiri. Tetapi jika kita berdoa sendirian, siapa yang kita lihat dan perhatikan? Karena itu, salah satu rukun doa yang harus dibaca adalah Al-Fatihah karena isi Al-Fatihah adalah kebersamaan.

Doa ritual penuh makna dari kata-kata, kepercayaan dan perbuatan. Jadi doa adalah gambaran manusia yang hidup. Karena hidup berbicara, percaya dan melakukan, dilakukan oleh orang yang bersih di tempat yang bersih, dan doa harus disembah dan dipimpin oleh seorang imam.

Doa dalam arti sebenarnya adalah suatu bentuk kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara yang didasarkan pada kebersihan. Negara ibarat masjid yang harus bebas dari berbagai kejahatan. Presiden adalah Imam yang akan memimpin jamaah, yaitu masyarakat dan bangsa yang merupakan jamaah. Dan jemaat harus bersih dari berbagai perilaku jahat. Imam akan diikuti dan dipatuhi asalkan Imam tidak dibatalkan dalam doanya. Dalam Doa Jemaat, Imam dan Jemaat harus menyadari, yaitu bahwa Jin, Setan dan Setan juga suka berdoa bersama.

Semoga ini menjadi renungan dan semoga hidup kita sebagai bangsa selalu dalam pertolongan Allah.

ربنا عليك توكلنا واليك انبنا واليك المصير

__Terbit pada
20 April 2020

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *