Memasuki Ramadhan, Covid-19 Operasi Ketupat di Kabupaten Bandung Siap Digelar

Kepala Kepolisian Resor Bandung, Komisaris Senior Hendra Kurniawan menjelaskan, Operasi Ketupat Covid-19 akan dilakukan pada 24 April – 31 Mei. Untuk membuat operasi ini sukses, ia akan membangun pos-pos di daerah perbatasan Kabupaten Bandung.


| BANDUNG- Untuk menjaga kondusifitas regional dan mengurangi penyebaran coronavirus (SARS-CoV-2) di Kabupaten Bandung, Pemerintah Kabupaten Bandung dan elemen Forum Komunikasi Kepemimpinan Daerah (Forkopimda) siap mengadakan Operasi Ketupat Covid-19. Berbeda dari tahun sebelumnya, operasi berlian tahun ini diadakan selama 38 hari.

Saat menghadiri teleconference dalam pelaksanaan Covid-19 Ketupat Operation di Polda Bandung, Kamis (23/4/2020) Bupati Bandung H. Dadang M Naser mengungkapkan, pihaknya siap menindaklanjuti instruksi dari Pemerintah Pusat dan Provinsi Pemerintah (Pemprov) Jawa Barat dalam mengintegrasikan pelaksanaan kegiatan ini.

"Hingga saat ini, masyarakat belum sepenuhnya memahami bagaimana penyebaran virus korona. Sebagai tindakan pencegahan, semua kegiatan ibadah di Kabupaten Bandung selama Ramadhan akan dipantau. Untuk saat ini, kami mendesak masyarakat untuk melakukan sholat tarawih, hancurkan puasa dan istirahat makan di rumah, "kata Bupati Bandung.

Dadang juga mengatakan, kali ini pihaknya akan lebih fokus pada momen mudik. Alasannya, kegiatan ini bisa menjadi salah satu potensi penyebaran virus korona di Kabupaten Bandung.

"Menurut informasi yang kami dapatkan, sudah ada sejumlah mudik yang tiba di Kabupaten Bandung.

Mereka segera dinyatakan sebagai ODP (Pemantauan Orang Dalam), sehingga mereka harus segera diperiksa atau melaksanakan instrumen independen. Selain mengetahui kondisi para pelancong, itu juga bertujuan agar para pelancong tidak menjadi pembawa virus bagi orang lain, "jelasnya.

Pada kesempatan ini, ia juga mengimbau seluruh masyarakat untuk menjadi garis depan dalam memutus rantai penyebaran virus korona. Seperti dengan menggunakan masker, Cuci Tangan dengan Sabun (CTPS) dan jaga jarak saat berinteraksi.

"Masyarakat berada di garis depan dalam memutus rantai virus ini. Mereka tahu warga mana yang tinggal di daerah mereka dan warga mana yang baru pulang. Bahkan ada beberapa kepala desa yang telah melaporkan kedatangan wisatawan. Sebagai tanggapan terhadap informasi ini , kami akan segera mencari alat tes cepat tambahan, yang nantinya akan didistribusikan ke puskesmas – puskesmas, "tambahnya.

Sementara Kapolres Bandung, Komisaris Besar Hendra Kurniawan menjelaskan, Operasi Ketupat Covid-19 akan dilakukan pada 24 April – 31 Mei. Untuk membuat operasi ini sukses, ia akan membangun pos-pos di daerah perbatasan Kabupaten Bandung.

"Operasi belah ketupat tahun ini difokuskan pada mengisolasi para pelancong, bukan untuk meluncurkan perjalanan mudik, sehingga akan ada penurunan jumlah personel. Namun, kami akan menghitung kembali jumlah personel untuk menjadikan kegiatan ini sukses," dia menjelaskan.

Selain melakukan operasi intan, Hendra melanjutkan, partainya juga melakukan operasi kemanusiaan selama bulan Ramadhan dengan membagikan 1.000 beras kepada orang miskin.

"Kami melakukan upaya dalam pendekatan kemanusiaan dengan mendistribusikan 1.000 kebutuhan sehari-hari makanan pokok atau beras. Untuk distribusi teknis, polisi kecamatan akan datang ke dapur umum yang terletak di Dayeuhkolot, kemudian didistribusikan oleh Babinsa dan Babinkamtibmas kepada orang yang membutuhkan. Dengan harapan itu bisa meringankan beban masyarakat selama Ramadhan seperti ini, "pungkasnya.

Editor: Maji

__Terbit pada
24 April 2020

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *