Marcus Rashford Mengungkap Momen Terbaik Selama Memperkuat tim nasional Inggris

Penyerang Manchester United, Marcus Rashford mengatakan bahwa Piala Dunia 2018 adalah momen terbesarnya bersama Inggris. Apalagi ketika melawan tim nasional Kolombia di babak 16 besar yang berlangsung di kota Moskow saat itu.

"Meskipun gol penalti tidak dihitung, itu adalah momen terbesar bagi saya ketika saya berada di Inggris sejauh ini. Tim nasional Inggris tidak pernah memenangkan adu penalti di kompetisi sepakbola tertinggi untuk waktu yang lama. Kami selalu membicarakannya dan juga tentang gaya permainan tim,"kata Marcus Rashford seperti dilaporkan oleh Langit

"Pada saat itu kami sepakat bahwa tim nasional Inggris akan memainkan gayanya sendiri yang akan berbeda dari edisi sebelumnya. Meskipun gagal, kami tetap menerimanya selama kami bermain seperti yang diinginkan ketika di lapangan."

Harry

Saat itu tim nasional Inggris sebenarnya sudah unggul melalui penalti yang dicetak oleh Harry Kane pada menit ke-57. Namun di akhir babak kedua, Yerry Mina berhasil menyamakan kedudukan dan pertandingan harus dilanjutkan ke babak adu penalti. Tiga pengambil penalti pertama dari tim nasional Kolombia berhasil memukul bola ke gawang Jordan Pickford.

Bahkan Jordan Henderson gagal memasukkan bola ketika ia menjadi penendang keempat tim nasional Inggris. Namun, dua penendang terakhir dari tim nasional Kolombia gagal menyelesaikan misinya saat itu. Sementara Kieran Trippier dan Eric Dier berhasil membawa tim nasional Inggris ke babak selanjutnya karena mereka berhasil mencetak gol melawan David Ospina.

"Itu adalah momen yang luar biasa bagi kami karena kami berhasil memenangkan adu penalti dan maju ke babak berikutnya."

Gareth

Selain itu, Rashford juga memuji pelatihnya di tim nasional Inggris, Gareth Southgate. Berkat dia, tim bisa maju ke semifinal saat itu.

"Hal pertama yang dia lakukan ketika menangani tim nasional Inggris adalah memberikan keinginannya kepada semua pemain. Itu harus dilakukan oleh pelatih dan pada saat itu pasti sangat sulit baginya karena dia hanya punya sedikit waktu untuk melatih bersama."

"Meski begitu, dia masih berhasil melewati kesulitan-kesulitan ini dan memimpin tim nasional Inggris untuk maju ke semifinal pada 2018 lalu."

__Terbit pada
24 April 2020
__Kategori
Berita, Olahraga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *