Lebih Banyak Viral Tiktok, Ini Hukum Menurut UAH Viralmedia.Fun

title=TikTok/
TikTok (Foto: Reuters)

Viralmedia.Fun – Aplikasi hiburan Tiktok sekarang semakin disukai oleh penduduk di negara ini. Mulai dari orang biasa hingga jumlah besar tokoh masyarakat dunia dan di Indonesia.

Dalam diskusi video dengan Google yang diunggah di Instagram, Minggu (19/4/2020) Ustadz Adi Hidayat (UAH) mengangkat pendapatnya tentang hukum bermain Tiktok untuk umat Islam.

Menurutnya, semua hal yang tidak melahirkan manfaat, hal-hal positif minimal, dianggap makruh oleh Syariah.

"Tidak suka. Terutama jika hal yang dilakukan lebih cenderung ke nilai tidak bermoral. Dalam hal-hal yang dilarang oleh nilai-nilai agama," jelas UAH.

Para ulama terkenal menunjukkan, misalnya, pajangan erotis, gerakan yang mengundang nafsu, atau ada hal-hal yang bertentangan langsung dengan nilai-nilai agama.

"Jadi dia masuk ke aturan segala sesuatu yang menyebabkan atau menunjukkan kepada yang melanggar hukum maka perangkat itu bisa melanggar hukum untuk dimainkan," jelasnya.

Lebih lanjut, UAH mengungkapkan, ada aturan yang mengatakan, harus berhati-hati dalam ruang, hal-hal yang bisa menghadirkan fitnah atau juga membawa hal-hal buruk dalam persepsi agama.

"Jadi kalau saran saya lebih baik dijauhi. Kalau tidak disukai agama, kejatuhannya bisa haram," pungkasnya.

Sementara itu, Ustadz Abdul Somad (UAS) juga secara singkat menyebut Tiktok dalam ceramahnya. Dia bersikeras berhenti bermain dengan Tiktok.

"Berhenti bermain Mobile Legends, berhenti bermain Tik Tok, berhenti bermain permainan online, "Tegasnya dalam sebuah kuliah yang diunggah 24 Juni 2018 lalu.

Menurut UAS itu hanya memakan waktu dan tidak memiliki manfaat.

"24 jam, 12 jam sehari, 12 jam malam. Dibagi dengan 3, 8 jam kerja, 8 jam tidur, 8 jam dari apa yang saya lakukan," katanya.

Apalagi waktu yang terbuang akan diperhitungkan di masa depan.

"Salah satu pertanyaan malaikat adalah berapa umurmu," simpul UAS.

__Terbit pada
20 April 2020

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *