Layanan LinkAja Syariah, Uang Elektronik Syariah Pertama di Indonesia | Viralmedia.Fun

title=LinkAja
LinkAja meluncurkan Layanan Syariah LinkAja sebagai uang elektronik syariah pertama di Indonesia.

Jakarta, Viralmedia.Fun – Penyedia layanan keuangan elektronik nasional, LinkAja, berkomitmen untuk terus mendukung upaya pemerintah dalam mengimplementasikan inklusi keuangan dan kesetaraan ekonomi di seluruh rakyat Indonesia.

Layanan ini juga dalam konteks mendukung realisasi Rencana Induk Ekonomi Syariah yang dilaksanakan oleh Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS), serta salah satu langkah strategis dalam mewujudkan rencana pemerintah untuk menjadikan Indonesia sebagai pusat ekonomi Islam terkemuka di dunia pada tahun 2024,

Dukungan ini diwujudkan oleh LinkAja dengan meluncurkan Layanan Syariah LinkAja sebagai uang elektronik syariah pertama di Indonesia yang memfasilitasi berbagai jenis pembayaran sesuai dengan prinsip-prinsip syariah.

"LinkAja melihat kebutuhan besar masyarakat Indonesia akan produk ekonomi syariah. Sebagai langkah strategis dalam menanggapi kebutuhan ini dan untuk mendukung upaya pemerintah, Layanan LinkAja Syariah hadir sebagai solusi uang elektronik syariah pertama di Indonesia yang dapat dipercaya. oleh masyarakat untuk melakukan hal-hal yang bermakna, "kata Direktur POA LinkAja, Haryati Lawidjaja, Selasa (14/4) / 2020).

Ia berharap Layanan Syariah LinkAja dapat memberikan kenyamanan bagi semua orang Indonesia, terutama komunitas Muslim Indonesia yang saat ini memiliki tingkat literasi Islam yang lebih baik bersama dengan penetrasi media sosial dan berbagai produk teknologi informasi lainnya.

Peluncuran Layanan LinkAja Syariah disambut oleh banyak kalangan. Direktur Eksekutif Komite Nasional Ekonomi Keuangan Syariah, Ventje Rahardjo, mengatakan bahwa pembayaran syariah digital sangat membantu dalam memenuhi kebutuhan transaksi publik yang sesuai syariah karena teknologi berkembang dan perubahan pola gaya hidup berubah begitu cepat.

"Diantaranya adalah kemudahan transaksi produk halal dalam e-commerce, pembayaran dan distribusi Zakat, Infaq, Sedekah, Wakaf (ZISWAF) dan dana sosial keagamaan lainnya," katanya.

Demikian juga, Ketua Dewan Pengawas Syariah H. Anwar Abbas mengatakan, peluncuran Layanan Syariah LinkAja adalah dukungan nyata bagi realisasi rencana induk ekonomi Syariah yang telah dilakukan oleh Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS) .

"Layanan LinkAja Syariah sebagai uang elektronik syariah pertama di Indonesia yang memfasilitasi berbagai jenis pembayaran sesuai dengan prinsip dan aturan syariah," kata Anwar.

DSN MUI bersertifikat

Layanan LinkAja Syariah adalah uang elektronik syariah pertama dan satu-satunya di Indonesia yang menerima sertifikat MUI DSN setelah penerbitan DSN MUI Fatwa No.116 / DSN-MUI / IX / 2017 tentang uang elektronik syariah, serta izin untuk mengembangkan produk uang elektronik berbasis server dari Bank Indonesia.

Dalam implementasinya, Layanan LinkAja Syariah memprioritaskan beberapa prinsip dasar, yaitu penempatan dana bekerjasama dengan sejumlah bank syariah, menerapkan prosedur transaksi sesuai dengan prinsip syariah, dan dapat diterima di semua merchant LinkAja.

Selain itu, Layanan Syariah LinkAja juga menghadirkan berbagai produk yang sesuai dengan perjanjian syariah tanpa unsur Maisyir (perjudian), gharar (ketidakjelasan), riba (tambahan), pelanggar hukum, dan barang-barang yang tidak halal.

"Layanan Syariah LinkAja memprioritaskan tiga kategori utama produk layanan syariah, yaitu ZISWAF Ecosystem (Zakat, Infaq, Sedekah dan Wakaf), Pemberdayaan Ekonomi Berbasis Masjid, dan Digitalisasi Islamic Boarding Schools dan UKM. Kami berkomitmen untuk terus berinovasi produk dan memperluas mitra kerja sama dalam upaya membangun ekosistem ekonomi syariah di Indonesia, "jelas Haryati Lawidjaja.

Dalam situasi Pandemi COVID-19 saat ini, ia berharap bahwa Layanan LinkAja Syariah dapat dimanfaatkan semaksimal mungkin untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari pengguna yang percaya pada hukum Islam.

Tidak hanya itu, melalui layanan ini pengguna juga dapat berbagi dengan orang lain melalui berbagai fitur yang hadir untuk membantu memfasilitasi pembayaran non tunai dan layanan keuangan digital.

"Fitur-fitur ini termasuk sedekah digital, donasi / infaq digital, wakaf digital, saldo dari dan ke semua bank syariah, qurban digital, biaya sekolah digital dan pembayaran pesantren, wakaf tunai untuk saham, pembayaran di sejumlah mitra e-commerce, distribusi dari Dana ZIS (Zakat, Infaq, Sedekah), dan berbagai transaksi lainnya, "jelas Haryati.

Saat ini, Layanan LinkAja Syariah telah berkolaborasi dengan lebih dari 242 lembaga dan lembaga distribusi ZISWAF, lebih dari 1000 masjid, pesantren, serta beberapa mitra pedagang e-niaga dan offline.

Semua pengguna LinkAja dapat mengubah akun mereka ke Layanan Syariah LinkAja dengan mengklik spanduk Layanan Syariah LinkAja yang terletak di halaman utama aplikasi, mengaktifkan akun mereka dan memasukkan PIN mereka, setelah itu pengguna dapat langsung menggunakan berbagai Layanan Syariah LinkAja produk melalui aplikasi. (Fath)

__Terbit pada
14 April 2020

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *