KSB Membaca Puisi oleh Yudhistira ANM Massardi "Crowned Souls

title=PicsArt_04-21-12.58.40/

Searah jarum jam, Yudhistira, Heryus Saputro, Wita Dahlan, Maza Yudha, Uki Bayu Sejati dan Renny Djajoesman (Foto: Si Toto)

JAKARTA, business tourism.co.id: Virus Covid-19 tidak mengenali batas wilayah dan negara. jangan pernah bertanya siapa kamu. Tanpa pandang bulu, ia mampu menyusup ke mana saja, memiliki dan membunuh siapa saja yang ngeyel dan merasa aman.

Oleh karena itu dipuji saran para ulama dan umara, sehingga kami #saveStayHome, sementara tinggal dan bekerja dari rumah sampai nanti wabah berlalu, dengan terus memprioritaskan jarak sosial & fisik, untuk bisa mematahkan tali untuk menyebarkan wabah.

Di luar rutinitas rumah tangga, banyak hal positif dapat dilakukan dari rumah. Pekerja dan aktivis seni yang tergabung dalam Kelompok Seni Bulungan (KSB), misalnya, tetap berhubungan satu sama lain melalui Grup WA, dan di antaranya bekerja bersama menggunakan layanan internet dan jaringan media sosial.

Hasil? sebuah video pendek berdurasi 3 menit berjudul "Souls with Crowns" yang mengangkat puisi berjudul karya yang sama oleh penyair Yudhistira ANM Massardi atau fidapa akran Yudhi dan ditampilkan di berbagai jaringan media sosial, termasuk di halaman FaceBook dan Youtube.

Kontribusi baru bagi dunia sastra Indonesia, serta ekspresi kepedulian terhadap seniman yang tergabung dalam KSB, terhadap virus Covid-19 yang terus mengganggu dan menghantui masyarakat luas, Indonesia.

KSB adalah organisasi nirlaba dan non-politik, payung dan organisasi untuk aktivis dan pekerja seni serta aktivis dari Pusat Pemuda Jakarta Selatan (GRJS) dari tahun 1972 – 2010. Berdasarkan Jalan Bulungan No. C1 Kebayoran Baru, GRJS adalah juga dikenal sebagai Bulungan Youth Center (GR), dan para aktivisnya juga dikenal sebagai Anak Bulungan.

Banyak kegiatan karya seni dilakukan oleh Bulungan Anak dari waktu ke waktu. Bidang yang menonjol adalah teater / seni pertunjukan, seni rupa, musik, fotografi dan film, serta seni sastra termasuk aplikasi mereka di bidang penulisan dan jurnalisme.

Ketika virus Covid-19 pecah, Anak Bulungan membuat banyak puisi. Tapi yang paling enak … Yudhis. Saya mencatat, setidaknya ada tiga puisi karya Yudis yang mengungkapkan penyebaran virus Corona yang cukup untuk mengguncang sendi kehidupan epoleksosbud. Diantaranya puisi berjudul "Mahkota Jiwa" sebagai lirik berikut:

Jiwa yang dimahkotai

jiwa-jiwa yang berjuang

Melewati jiwa

Bawa cahaya Cinta

Dari air mata

Air mata tanpa keluarga

Air mata tanpa peta

Doa tanpa nama

menggelapkan langit sejak subuh

Karena angka yang hilang

Mengubur tanpa pengiriman

Tanpa bunga

Hanya kesunyian yang panjang

Sejak virus ditangkap

Tubuh ceria

Tempat tidur yang hilang

Jiwa yang bertarung

Melewati jiwa

Pantau suatu era

Ketika Corona menerjang

Saat kota tegang

Dan kami heran

Lagi dan lagi

Tapi kamu tiba-tiba menghilang!

(Jiwa yang menahan air mata

Surga mata air)

Dua versi

SEBUAHApa pendapat Yudhis tentang puisi yang ia tulis pada 21 Maret 2020 di rumahnya di Bekasi, Jawa Barat? Silakan pertimbangkan dan akhiri ayat-ayat di atas. Kedua puisi itu cermat dan jelas, sederhana, dengan kedalaman makna yang relatif mudah dicerna.

Itu juga tampaknya menjadi pertimbangan KSB, ketika membuatnya pokok bahasan desain produk: Anak Bulungan membaca puisi bersama di media sosial. Kebetulan KSB pada 29 Februari 2020 (dengan bendera Teater Bulungan) baru saja melakukan drama "Ayahku Pulang" dengan adaptasi Usmar Ismail dengan sutradara Renny Djajoesman.

Pecahnya wabah Covid-19, membuat produk drama tersebut belum dapat "tur" ke beberapa kota yang telah diprogram. Gagasan Uki Bayu Sedjati, agar KSB membuat acara pembacaan puisi bersama, dan kemudian dia divisualisasikan, langsung disambut dengan hangat.

Sembilan Bulungan Anak siap untuk berkontribusi langsung ke proyek seni sementara #saveStayHome, Selain Uki dan Yudhis (yang puisinya digunakan sebagai bahan bacaan serta bagian utama dari skenario pertunjukan) ada Dharnoto (penulis naskah dan jurnalis), Heryus Saputro Samhudi, Jan Praba (artis), May Soebiakto MST atau Si Toto (artis), Maza Yudha (penulis naskah dan jurnalis, Renny Djajoesman (penulis naskah, penyanyi), dan Wita Dahlan, penulis naskah dan wirausahawan.

Selain Si Toto yang disepakati, yang akan bertindak sebagai editor dan desainer grafis untuk produk sinema ini, nama-nama lain diyakini sebagai perawi atau pemberi pernyataan, yang dengan kemampuan dan fantasi-artistik mereka akan membaca secara penuh puisi-puisi Yudhis di atas, dan memvisualisasikan mereka (minimum) dengan satu sama lain perangkat HP.

Hasil rekaman dikirim ke Si Toto untuk diedit dan dijahit menjadi satu unit bersama-sama, dengan durasi singkat dan singkat, sepanjang waktu membaca puisi yang disampaikan dengan cara beegantian.

Tetapi sebagai mencoba, karya pertama produksi KSB ini bukannya tanpa hambatan. Materi audio-visual dari Jan Praba misalnya, ternyata tidak bisa dimasukkan sebagai bahan untuk diedit dan dijahit. Dengan terus memberikan apresiasi yang tinggi kepada Jan, yang telah bekerja keras untuk memproduksi materi, KSB meminta maaf karena hanya merekam materi dari 7 pembaca lain yang menjadi subjek karya tersebut.

Uki Baju Sedjati sebagai kepala proyek & # 39; mengambil inisiatif untuk mengundang Tao Hidayat untuk juga bermain-main dengan stok materi yang ada, mengedit dan menjahitnya sebagai video utuh sehingga hasilnya adalah puisi yang sama tetapi dua produk yang berbeda.

Tao Hidayat adalah bagian dari generasi terbaru KSB. Aktif ketika kebangkitan Anak Bulungan sepuluh tahun lalu mempresentasikan forum KSB. Tao, yang berada di jalan, adalah seorang musisi jalanan yang terbiasa bernyanyi di EMPan PAmulaNG, Tangerang Selatan, segera akrab dengan KSB dan telah membantu banyak proyek KSB seperti pertunjukan teater Februari lalu.

Tao Hidayat adalah bagian dari generasi terbaru KSB. Aktif ketika kebangkitan Anak Bulungan sepuluh tahun lalu mempresentasikan forum KSB. Tao, yang berada di jalan, adalah seorang musisi jalanan yang terbiasa bernyanyi di EMPAN PAmulaNG, Tangerang Selatan.

Tao juga membuat versi lain dari puisi video "Soul-Crowned Souls" yang diproduksi oleh KSB yang sekarang hadir di berbagai halaman media sosial. Karya-karya Si Toto muncul seminggu sebelumnya, mengisi berbagai halaman Apa Yang Terjadi dan FB, diikuti oleh versi Tao yang lebih baru di jaringan yang sama, bahkan di halaman Youtube. Nikmati !.

__Terbit pada
21 April 2020

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *