KPK Menangkap Ketua DPRD Muara Enim dan Mantan Ketua PUPR Terkait Suap Mantan Bupati Ahmad Yani

Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Firly Bahuri. (ANTARA / Indrianto Eko Suwarso)



Viralmedia.Fun – Tim investigasi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menangkap Ketua DPRD Muara Enim dengan AHB awal dan mantan Kepala PUPR dengan RS awal. Keduanya ditangkap karena diduga terlibat dalam suap proyek kerja di Departemen Pekerjaan Umum Distrik Muara Enim.

Berdasarkan informasi, AHB dan rumah sakit itu diduga sebagai tersangka baru dalam pengembangan kasus dugaan suap yang menyeret mantan Bupati Muara Enim, Ahmad Yani. Keduanya diamankan di rumah masing-masing di wilayah Palembang.

"Penangkapan kedua tersangka sebagai hasil pengembangan investigasi kasus korupsi Muara Enim atas nama tersangka rumah sakit dan tersangka AHB pagi ini Minggu 26 April 2020 pukul 07.00 WIB dan 08.30 WIB di rumah tersangka di Palembang, "kata Ketua KPK Firli Bahuri saat dikonfirmasi, Minggu (Minggu). 4/26/2020).
Firli menjelaskan, keduanya ditangkap setelah KPK menemukan cukup bukti awal perkembangan kasus yang menyeret Ahmad Yani.

"Hasil investigasi memperoleh bukti yang cukup sehingga KPK dapat menemukan dua tersangka," kata Firli.
Sejauh ini, KPK telah menetapkan tiga tersangka terkait kasus dugaan suap sejumlah proyek di Kantor PUPR Muara Enim. Tiga tersangka yaitu, mantan Bupati Muara Enim, Ahmad Yani; Kepala Pengembangan Jalan di Layanan PUPR Muara Enim, Elfin Muhtar; dan pihak swasta, Robi Okta Fahlefi.

Dalam kasus ini, Ahmad Yani diduga menerima suap sekitar Rp13,9 miliar dari Robi Fahlefi. Suap itu diduga terkait dengan 16 paket pekerjaan di Kabupaten Muara Enim yang dimenangkan oleh perusahaan Robi. Ahmad Yani meminta bantuan Elfin Muhtar sehingga proyek PUPR diberikan kepada Robi. (Inzonone.id)

__Terbit pada
27 April 2020

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *