Komponen Penting untuk Mengelola Covid-19 Pasien, JQR Serahkan Bantuan APD ke RSHS

"APD adalah komponen penting yang harus digunakan oleh petugas medis agar aman dan terjamin ketika menangani pasien positif dan pasien dalam pengawasan," kata Hermansyah.

| BANDUNG – Jabar Quick Respons (JQR) menyerahkan alat pelindung diri (APD) ke Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Dr. Hasan Sadikin atau RSHS Bandung, yang merupakan salah satu rujukan pasien Covid-19 di Jawa Barat.

Seperti diketahui, persyaratan APD untuk setiap rumah sakit sangat diperlukan. Terutama untuk rumah sakit yang merawat pasien korona.

APD diberikan dalam bentuk 2.000 unit hazmat, 1.000 kacamata medis, 2.000 celemek, 1.000 pelindung wajah, 100 kasur lipat, 25 tenda peleton, air minum nalgene 100, 200 peralatan cuci tangan, disinfektan 5.000 liter, cairan pencuci tangan 1.000 liter, 1.000 botol sabun cair, 5.000 keping kain, 1.000 keping N95, dan 100 unit semprotan desinfektan.

Bantuan APD diberikan langsung oleh penanggung jawab JQR, Hermansyah, yang diterima oleh Direktur Jenderal dan Rumah Sakit Operasional RSHS Bandung, Muhammad Kamaruzzaman di Kantor Hubungan Masyarakat RSHS Bandung, Jalan Pasteur, Kota Bandung, Jawa Barat, Kamis (16/4/2020).

Hermansyah, yang juga Kepala Biro Hubungan Masyarakat dan Protokol Sekretariat Provinsi Jawa Barat, mengatakan bahwa bantuan APD ditujukan untuk tenaga medis seperti dokter, perawat, dan petugas lainnya yang berada di garis depan dalam merawat pasien Covid-19.

"APD adalah komponen penting yang harus digunakan oleh tenaga medis agar aman dan terjamin ketika menangani pasien positif dan pasien dalam pengawasan," kata Hermansyah setelah memberikan bantuan.

Hermansyah mengatakan, barang-barang penting ini adalah tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) dari bank bjb sebagai BUMD yang dimiliki oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat. "Bantuan ini menunjukkan bahwa di Jawa Barat masih banyak orang yang benar-benar peduli untuk bersama-sama berjuang dan berurusan dengan Covid-19," katanya.

Direktur Jenderal Operasi dan RSHS Bandung, Muhammad Kamaruzzaman menyambut baik bantuan tersebut. Menurutnya, APD sangat berarti bagi tenaga medis yang berada di ring satu atau zona merah karena digunakan di ruang isolasi untuk pasien Covid-19.

"Semoga dukungan ini dapat terus berjalan dengan baik. Dan kami akan selalu berkoordinasi agar masyarakat Jawa Barat dapat terlayani dengan baik, dan berharap epidemi ini dapat segera berakhir," kata Kamaruzzaman.

Di tempat yang sama, Ato sebagai Sekretaris Jenderal Satuan Tugas Covid-19 dari JQR mengatakan, bantuan APD adalah hasil dari diskusi dan penilaian JQR dengan RSHS Bandung. "Jadi apa kebutuhan mendesak dan memang perlu didukung, terutama bagi dokter dan petugas kesehatan yang menangani pandemi Covid-19," katanya.

Menurut Ato, JQR sebagai unit reaksi cepat yang dimiliki oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat sedang mencoba yang terbaik dalam menanggapi situasi dan perkembangan di masyarakat. Selain mengambil bola ke lapangan dengan misalnya membagikan bantuan langsung ke masyarakat, JQR juga memiliki gudang logistik yang terbuka untuk siapa saja yang ingin membantu, termasuk Bank BJB.

Tidak hanya ke RSHS Bandung, JQR juga telah mendistribusikan logistik yang diperlukan ke 27 kota / kabupaten. Saat ini, bantuan juga difokuskan pada wilayah Bogor, Bekasi, Depok, yang menerapkan pembatasan sosial skala besar.

Dalam mempercepat penanganan Covid-19, Pemerintah Provinsi Jawa Barat mengundang banyak sektor swasta untuk berpartisipasi dalam membantu selama keadaan darurat nasional ini.

Sebelumnya, Pemerintah Provinsi Jawa Barat mendistribusikan empat perangkat ventilator, satu unit di antaranya bernilai mobil, ke RSHS yang diserahkan langsung oleh Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil. ***

Editor: Muhammad Zein

__Terbit pada
16 April 2020

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *